"Kami selalu meminta agar siswa melakukan persiapan. Karena begitu masuk itu ada try out, ada asesmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD)," ungkap Eri kepada Radar Jogja, kemarin (26/4).
Lebih lanjut dijelaskan, libur sekolah di seluruh tingkatan akan dimulai pada 28 April-8 Mei 2022. Siswa akan masuk kembali pada 9 Mei mendatang. Untuk siswa SD di Kabupaten Sleman pasca libur Lebaran akan dilakukan ujian. Demikian juga SMP juga ada ujian try out persiapan ASPD.
"Tanggal belasan itu sudah ada try out, akhir Mei itu SMP kelas III sudah ASPD, SD ujian akhir semester. Tapi detail tanggalnya saya tidak hafal," kata Ery.
Jadwal ASPD digelar dua kali pada akhir Mei, untuk gelombang ke dua memberikan kesempatan bagi siswa yang berhalangan hadir ke sekolah. ASPD ini bukan penentu kelulusan tetapi untuk melihat tingkat pembelajaran pandemi yang belum normal. Hasil ASPD nantinya menjadi bagian perhitungan seleksi ke jenjang pendidikan lebih tinggi. "Juni pertengahan ke atas penerimaan peserta didik baru mulai dibuka," ungkapnya.
Dia berpesan, libur Lebaran dinikmati sebaik-baiknya tetapi jangan terlena mengisi waktu liburan dengan belajar. Karena siswa-siswi segera menghadapi rangkaian evaluasi. "Bagi anak-anak yang tidak kelas akhir itu kan persiapan untuk penilaian akhir semester untuk kenaikan kelas. Kemudian yang kelas enam SD juga ada ujian, lalu dilanjutkan ASPD. Begitu juga SMP. Tentunya, perlu disiapkan dengan baik," tandas Ery.
Tak hanya itu, dia juga meminta agar semua siswa-siswi di Kabupaten Sleman juga diminta untuk taat protokol kesehatan selama Lebaran demi keamanan bersama, mengantisipasi persebaran Covid-19 dalam menghadapi 100 persen pembelajaran tatap muka (PTM) pasca libur lebaran.
"Skenarionya seperti apa nanti masih kami koordinasikan. Yang pasti, kami siap, pembelajaran kembali normal hanya saja tiap pembelajaran, waktunya dikurangi," beber dia.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengimbau agar orang tua siswa turut memantau kegiatan belajar anaknya selama libur lebaran. Misalnya dengan mengulangi materi pembelajaran yang diberikan oleh bapak ibu guru di sekolah ataupun belajar dengan mengerjakan soal-soal di buku pembelajaran. "Jangan sampai anak dibiarkan tidak belajar, begitu masuk sekolah anak sudah lupa pembelajaran. Saya kira peran orangtua sangat penting mendukung belajar siswa," katanya. (mel/bah) Editor : Editor Content