Ditambah lagi capaian vaksinasi dosis satu, dua, hingga booster di Kabupaten Sleman saat ini dinilai sudah tinggi. Hal ini nantinya akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.
"Kita tahu natal dan tahun baru pengaruhnya seperti apa. Itu membuat teman-teman pelaku dan pengelola destinasi wisata optimis. Libur yang tidak begitu lama saja besar, apalagi besok. Ini geliat akan luar biasa," jelasnya saat jumpa pers di Ruang Rapat Setda Sleman, Rabu (13/4).
Suparmono menambahkan sejumlah upaya persiapan telah dilakukan oleh para pengelola wisata. Pihaknya juga akan mempertimbangkan beberapa destinasi wisata yang sempat tutup lantaran erupsi Merapi untuk dapat dibuka kembali.
"Erupsi Merapi menutup beberapa objek wisata seperti di Klangon dan Kali Adem. Kami akan rapat dengan BPBD dan pemangku kepentingan untuk memutuskan apakah saat libur lebaran sudah boleh buka atau belum," tambahnya.
Suparmono juga memaparkan hasil evaluasi jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data miliknya, kunjungan wisatawan pada Januari hingga Maret ini mencapai 1.096.000. Angka ini meningkat sebanyak 181 persen jika dibandingkan dengan rentang waktu Januari hingga Maret pada tahun lalu.
"Optimisme pasti ada. Saya cross check PAD Sleman, sektor pariwisata menyumbang 61,864 milyar dari taget 207 milyar," ujarnya. (Isa/Dwi) Editor : Editor News