Salah satu pedagang Siti Nur Amah mengaku khawatir saat turun hujan. Pasalnya, tempat dia berjualan saat ini tergerus beberapa senti meter lantaran terkena air hujan. Tak hanya itu, jika hujan turun dalam intensitas tinggi juga terjadi genangan di lapak miliknya.
"Lapak saya ini turun gara-gara gerusan air dari ujung. Harusnya ini rata dengan aspal. Dulu malah lebih tinggi dari aspal. Tapi aliran air dari Jogja Bay ngalirnya ke sini, jadi pasti banjir," curhatnya saat ditemui di kawasan Stadion Maguwoharjo, Rabu (6/4).
Meski demikian, dia mengaku tak terlalu khawatir terhadap penjualan saat cuaca hujan turun pada sore hari. Saat ini Siti juga memasarkan dagangannya melalui aplikasi ojek online. Bahkan penjualan melalui aplikasi online dua kali lebih banyak dibanding saat cuaca normal.
"Kalau hari biasa dari Shopee minimal Rp 500 ribu ada. Kalau hujan malah bisa hampir Rp 1 juta bisa. Kalau Grab dan Gofood paling Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu sehari," katanya.
Berbeda dengan Siti, Wahyuni mengaku omzetnya turun saat hujan tiba. Bahkan penurunan bisa mencapai 50 persen dalam sehari. Wahyuni menambahkan, saat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu, tendanya sempat ambruk dan dagangan esnya tumpah.
"Kalau hujan itu sepi, kalau sudah agak terang ramai lagi. Kalau ada angin kencang khawatir, takutnya ini (tenda) terbang lagi," ujarnya.
Dia menambahkan, saat dirasa langit sudah gelap dan akan turun hujan, dia menutup sementara dagangannya. Namun saat cuaca kembali cerah, dia menggelar kembali lapaknya.
"Kalau kelihatan gelap banget tutup. Kalau sudah terang buka lagi, tidak tutup. Buka dari jam 2 siang sampai 8 malam," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News