Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gali Potensi Difabel dan ODGJ

Editor Content • Selasa, 22 Maret 2022 | 17:43 WIB
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo.(ISTIMEWA)
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo.(ISTIMEWA)
RADAR JOGJA – Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sidoluhur, Godean memberikan perhatian lebih kepada difabel dan orang dengan ganguan jiwa (ODGJ). Potensi setiap individu digali, untuk selanjutnya diberikan program pemberdayaan.

Lurah Sidoluhur Hernawan Zudanto menjelaskan, program pemberdayaan berupa pelatihan menjahit, beternak, pijat urut, kerajinan, hingga pertanian. Disesuaikan dengan minat setiap difabel dan ODGJ. Untuk difabel, program akan dilaksanakan sekali dalam sebulan. Sementara untuk ODGJ, tiga bulan sekali, didampingi dengan orang tua maupun wali.

Dari total 56 difabel dan 59 ODGJ di kalurahan ini, kata Zudanto, tidak semuanya mendapatkan kesempatan pelatihan bersama. Karena dana terbatas dari anggaran pendapatan dan belanja kalurahan (APBKal), maka hanya 20 orang saja. “Tahun ini sekitar Rp 110 juta. Mayoritas difabel, tuna rungu dan tuna daksa. ODGJ, sebagian lebih pada gangguan mental,” bebernya.

Setelah dibekali keterampilan dan mampu untuk praktik, mereka pun akan diberikan modal usah. Harapannya, para difabel dan ODGJ bisa mandiri menciptakan pekerjaan. Sehingga mereka tidak hanya menganggur karena keterbatasan yang dimiliki.

Terbukti, beberapa warga dengan keterbatasan tersebut berhasil menciptakan peluang pekerjaan sendiri. Bahkan mampu bekerja dan menghidupi diri sendiri dari hasil ketrampilannya. Beberapa ODGJ, juga berhasil membuka usaha. Seperti menjahit, usaha genteng, bertani, hingga tukang pijat keliling. "Bagi yang suka bertani kami juga siapkan tanah kas desa, silahkan dikelola," tandasnya.

Meski demikian, pendekatan kepada orang tua dan wali terus dilakukan oleh kader padukuhan untuk pemberdayaan ini. Agar tidak memposisikan mereka yang berkebutuhan khusus dan ODGJ sebagai aib keluarga. Tetapi anugerah yang harus disyukuri, sebab setiap kekurangan pasti dibekali kelebihan. "Itu yang kalurahan selalu coba tekankan, agar mensyukuri yang ada," pintanya.

Ani Latifah, 29, warga Padukuhan Turitan V, Sidoluhur mengaku terbantu atas pelatihan menjahit yang dia ikuti. Dua kali pertemuan, dia diajarkan membuat pola rok dan pola celana. Dia pun penasaran bisa segera mengoperasikan alat jahit. Dia menaruh harapan besar, ke depan buah dari mengikuti pelatihan ketrampilan ini dapat membawanya menciptakan pekerjaan yang dapat dikerjakan di rumah. "Kalau selama ini saya membantu buat genteng usaha orang tua, kalau bisa jahit kan bisa disambil menambah penghasilan," kata Ani.

Di tengah keterbatasannya dengan gangguan mental, dia tak menampik sulitnya mencari pekerjaan. Sehingga dia berfikir hendak berwirausaha. "Saya rasa teman lainnya pun kesulitan mencari kerja," sambungnya. (mel/eno)  Editor : Editor Content
#ODGJ