Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merapi Erupsi 5 Kilometer, 193 Warga Kalitengah Lor Mengungsi

Editor News • Kamis, 10 Maret 2022 | 14:14 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Gunung Merapi mengalami erupsi sejauh 5 kilometer arah Tenggara, Rabu (9/3). Imbasnya sebanyak 193 warga Kalitengah Lor, Cangkringan, Sleman, terpaksa mengungsi ke Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan.

Ketua Komunitas Siaga Merapi (KSM) Glagaharjo Rambat Wahyudi menuturkan warga mengungsi mulai 23.30 WIB. Untuk kemudian menghuni shelter barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo. Mayoritas adalah lanjut usia, balita dan ibu-ibu.

"Total 193 warga, termasuk lansia, balita, dan ibu-ibu," jelas Rambat via WhatsApp, Kamis (10/3).

Hingga berita ini ditulis, warga masih bertahan di barak pengungsian. Setidaknya hingga situasi Gunung Merapi kondusif. Terlaporkan aktivitas erupsi masih terjadi meski jarak luncuran dibawah 5 kilometer.

"Menunggu kondusif dan kemungkinan pagi ini kembali ke rumah," kata Rambat.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan peningkatan aktivitas Merapi sejak Rabu malam (9/3). Muncul rentetan awan panas guguran secara simultan. Dimulai dari 23.18 WIB, lalu seterusnya 23.29 WIB, 23.38 WIB, 23.44 WIB dan 23.53 WIB. Kemudian berlanjut Kamis dini hari (10/3), tepatnya 00.22 WIB, 01.00 WIB, 01.22 WIB, 01.35 WIB, 01.59 WIB dan 02.07 WIB.

"APG (awan panas guguran) tercatat di seismogram dengan amplitudo max 75 mm dan durasi max 570 detik. Jarak luncur ±5 km ke arah tenggara. Arah angin ke barat laut," ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/3).

Guguran awan panas 5 kilometer ini menjadi yang terjauh sejak berstatus Siaga atau Level III per November 2020. Sebelumnya jarak luncur awan panas paling jauh adalah 3,5 kilometer. Terjadi medio Agustus 2021 silam ke arah barat daya.

BPPTKG turut mencatat kejadian hujan abu yang mengguyur sejumlah wilayah. Antara lain Desa Tlogolele di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

"Pasca kejadian awan panas guguran, kegempaan didominasi oleh gempa-gempa guguran," kata Hanik.

BPPTKG sejauh ini masih mempertahankan status Siaga atau Level III. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer. Kemudian Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 kilometer.

Pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau 3 kilometer dari puncak. (Dwi) Editor : Editor News
#merapi siaga #Kalitengah Lor Cangkringan #BPPTKG #merapi erupsi