Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Angin di Sleman Buat Genting Berterbangan

Editor Content • Kamis, 27 Januari 2022 | 08:26 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Hujan disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Sleman, Rabu (26/1). Kejadian pukul 14.15 hingga pukul 18.00 ini, menyebabkan dampak dan kerusakan di 49 titik tersebar di empat kapanewon. Yakni, kapanewon Turi, Tempel, Pakem dan Sleman.

Rinciannya, kejadian menimpa 30 titik di Kapanewon Turi, 13 titik di Kapanewon Tempel, satu titik di Kapanewon Pakem dan lima titik di Kapanewon Sleman.

Angin hujan dan angin kencang paling parah terjadi di Kapanewon Turi. Pasalnya hampir merata menimpa rumah warga. Yang paling mengerikan, belasan rumah mengalami kerusakan akibat pohon tumbang mengenai rumah warga. Hingga belasan atap rumah rusak tertiup angin kencang. Seperti yang terjadi di Padukuhan di Ngablak RT 01 RW 21, Kalurahan Bangunkerto. Atap 14 rumah warga porak poranda berterbangan. Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.

Pohon tumbang juga sempat memutus akses jalan hingga menimpa jaringan listrik di beberapa titik. "Pohon sebagian besar sudah terkondisi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan dihubungi Radar Jogja, Rabu (26/1).

Kendati begitu, belum semua rumah warga berhasil terkondisikan. Evakuasi beberapa rumah warga yang rusak bakal dilanjutkan besok pagi. Demikian juga baliho ambruk, juga belum terkondisikan lantaran memutuhkan alat pemotong.

Sebagian aliran listrik di wilayah Turi padam. Hingga berita ini ditulis, pada pukul 19.30 masih proses pembenahan jaringan listrik oleh perusahaan listrik negara (PLN).

Di Kapanewon Tempel, enam rumah warga mengalami kerusakan ringan, genting berterbangan hingga terimpa pohon. Namun di wilayah ini sudah terkondisikan. Demikian juga di Kapanewon Pakem, satu kejadian sudah terkondisikan.

Di Kapanewon Sleman, pohon tumbang menimpa UPT Pertanian Jalan Pendowo Temon, Pandowoharjo. Pohon tumbang juga terjadi di RSUD Sleman. "Semua sudah terkondisikan," bebernya. Atas semua kejadian nihil korban jiwa dan tidak ada warga yang mengungsi.

Dia mengimbau, masyarakat tetap waspada dimana pun berada. Sebab, prediksi cuaca ekstrim masih akan terjadi hingga Maret. Oleh sebab itu perlu waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan angin kencang yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan pohon tumbang. "Kalau sedang dijalan hendaknya menepi di tempat yang aman, tetapi jangan di bawah pohon yang berisiko dapat tumbang," pesannya. (mel/eno) Editor : Editor Content
#hujan angin #bencana hidrometeorologi