Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Angin Kencang, Baliho Raksasa Simpangempat Ringroad Affandi Ambruk

Editor News • Kamis, 13 Januari 2022 | 00:16 WIB
ROBOH : Personel Dit Samapta Polda DIJ mengevakuasi baliho raksasa di simpangempat Ringroad Affandi Condongcatur Depok Sleman yang roboh akibat hujan disertai angin kencang, Rabu sore (12/1). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
ROBOH : Personel Dit Samapta Polda DIJ mengevakuasi baliho raksasa di simpangempat Ringroad Affandi Condongcatur Depok Sleman yang roboh akibat hujan disertai angin kencang, Rabu sore (12/1). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Baliho raksasa di simpangempat Ringroad Affandi Condongcatur Depok Sleman roboh akibat hujan disertai angin kencang, Rabu sore (12/1). Tak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Hanya saja arus lalulintas dari keempat arah tersendat dan macet.

Panewu Depok Wawan Widiantoro menuturkan hujan angin terjadi antara 13.30 WIB hingga lebih dari 14.00 WIB. Akibatnya satu baliho ukuran raksasa roboh ke arah jalur cepat Ringroad Utara. Adapula 2 baliho rusak terlipat akibat hantaman angin kencang.

"Anginnya tidak terlalu lama tapi cukup kencang dan ternyata menyebabkan salah satu baliho yang ada di perempatan Condongcatur ini roboh. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa meski menimbulkan kemacetan," jelasnya ditemui di lokasi baliho roboh, Rabu sore (12/11).

Wawan belum bisa memastikan penyebab lain robohnya baliho. Hanya saja kejadian ini bertepatan dengan datangnya angin kencang. Dia juga belum memeriksa secara detil lokasi penanaman tiang baliho.

"Ini untuk catatan bagi kami untuk kepada pihak yang berwenang maupun pemilik titik-titik reklame saya harapkan untuk diadakan pemeriksaan yang rutin periodik sehingga mana-mana yang rawan terjadi roboh apabila kena angin bisa terdeteksi secara dini," katanya.

Terkait evakuasi, Wawan menyerahkan sepenuhnya kepada tim TRC BPBD Sleman, TRC BPBD DIJ dan Polda DIJ. Kaitannya adalah pemotongan tiang besi dan pengkondisian lalulintas. Selama proses evakuasi, arus listrik dan internet di sekitar lokasi terpaksa dimatikan.

Dia meminta agar warga memutar balik atau mencari jalur alternatif. Guna menghindari kemacetan di simpangempat Ringroad Affandi. Terkait estimasi waktu evakuasi, Wawan belum bisa memastikan, hanya saja berusaha secepatnya.

"Saat ini bersama-sama dengan Polda DIJ, BPBD DIJ dan TRC BPBD Sleman sedang berusaha untuk membersihkan dan merapikan robohan baliho ini. Mudah-mudahan warga bisa sabar dan memahami apa yang sedang kami lakukan," ujarnya.

Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Vincentius Lilik Resmiyanto menuturkan tim gabungan berusaha mengevakuasi secepatnya. Laporan baliho roboh dia terima sekitar 14.00 WIB. Timnya langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan lintas instansi.

Lilik mengakui ada kendala dalam evakuasi baliho roboh. Ini karena tim TRC BPBD Sleman belum mempunyai gergaji mesin dan crane. Alhasil pihaknya langsung meminta tolong Dit Samapta Polda DIJ.

"Ini harusnya juga pakai alat las juga karena ketersediaan alat nanti ini baru mau dikonsultssikan dari kecamatan dari Polda, ini juga memakan waktu yang cukup lama. Mungkin dipotong-potong," katanya.

Selain angin kencang, Vincent menduga konstruksi kurang kuat. Terlihat dari patahnya penyangga di sisi bawah. Selain itu baut penyangga tiang baliho juga lepas.

Terkait legalitas , Vincent memastikan baliho sudah berijin. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik dan penyewa baliho. Tujuannya untuk ikut bertanggungjawab atas tindakan evakuasi.

"Memang harus ada untuk standar untuk konstruksi itu mungkin dari PU ikut juga dalam penanganan dan pemasangan baliho sesuai dengan prosedur," ujarnya.

Untuk kerugian materi, Vincent belum bisa mengkalkulasi. Selain baliho, adapula kerusakan traffic light dan CCTV jalan raya. Adapula kabel listrik dan internet yang terpasang di simpangempat Ringroad Affandi.

"Pastinya korban sementara tidak ada karena untuk baliho mengenai rambu-rambu trafic light. Mungkin kalau tidak ada itu ya mungkin bisa ada korban karena banyak lalulintas dan rame juga," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#bencana hidrometrologis #Trc BPBD #Baliho Ambruk #hujan angin kencang