Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Misteri 79 Tahun, Mbah Carik Ternyata Juru Kunci Merapi

Editor News • Rabu, 12 Januari 2022 | 21:15 WIB
DUKA : Prosesi pemakaman Mbah Carik Jadah Tempe atau Sudimah Wiro Sartono di kediamannya di Kalurang, Hargobinangun, Pakem Sleman, Rabu (12/1). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
DUKA : Prosesi pemakaman Mbah Carik Jadah Tempe atau Sudimah Wiro Sartono di kediamannya di Kalurang, Hargobinangun, Pakem Sleman, Rabu (12/1). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Sosok Mbah Carik atau Sudimah Wiro Sartono ternyata bukanlah orang biasa. Sang anak Bejo Wiryanto membeberkan ibunya adalah seorang juru kunci Merapi. Amanah ini diberikan oleh Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat itu Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Amanah ini baru dia ketahui menjelang Sudimah Wiro Sartono akan berpulang. Saat itu Mbah Carik generasi kedua tersebut bercerita tentang amanah yang diemban. Lalu meminta Bejo untuk datang ke suatu tempat di kawasan perbukitan Kaliurang.

“Semua keluarga tidak ada yang tahu. Saat itu usia 16 tahun bertapa di lereng (bukit) Plawangan. Sama sinuhun Sri Sultan Hamengku Buwonio IX diserahi juru kunci Merapi. Ini dirahasiakan selama 79 tahun,” jelasnya ditemui di rumah duka, Kaliurang Hargobinangun, Pakem Sleman, Rabu (12/1).

Tentang benda titipan, Bejo tak bisa bicara banyak. Hanya saja saat itu dia melihat cahaya biru keluar dari suatu pohon. Benda titipan itu juga sudah dia serahkan kepada almarhumah ibunya.

Setelah menerima benda tersebut, kondisi kesehatan Sudimah Wiro Sartono terus menurun. Hingga akhirnya meninggal dunia, Selasa (11/1). Bejo menceritakan ibunya tak memiliki catatan penyakit kronis. Walau begitu kondisi kesehatan mulai menurun sejak 1,5 tahun lalu.

“Diminta ambil sesuatu yang disimpan di sana. Sudah saya ambil dan serahkan ke ibu dan ibu tersenyum dan bilangh maturnuwun. Lalu drop dan jam 6 meninggal dunia. Saat ambil, ada beberapa saksi lihat wujudnya sinar biru dan keluarv dari pohon. Secara lahiriah tidak masuk akal tapi itu betul yang terjadi seperti itu,” katanya.

Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GBPH Yudhaningrat membenarkan kabar tersebut. Dia mengetahui bahwa sosok Mbah Carik sempat bertapa di Bukit Plawangan selama dua bulan. Salah satu tujuannya untuk mendalami tentang Gunung Merapi.

Gusti Yudha, sapaannya, menceritakan juru kunci Merapi adalah garis turun dari Mbah Maridjan. Awalnya adalah Mbah Hargo atau ayah dari Mbah Maridjan. Selanjutnya terwariskan kepada generasi anak berikutnya, Mas Bekel Anom Suraksosihono.

“Memang dulu ada pertemuan, juga dengan Mbah Maridjan. Almarhumah waktu itu masih kecil. Juru kunci Merapi yang asli ini Mbah Hargo masih bapaknya mbah Maridjan. Dulu untuk kader dan seterusnya diciptakan di antaranya Mbah Carik ini dengan Mbah Maridjan,” ceritanya. (dwi) Editor : Editor News
#Jadah Tempe Kaliurang #Mbah Carik meninggal #mbah carik kaliurang #juru kunci merapi