Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

SLB di Sleman PTM 100 Persen, Prokes Berlaku Ketat

Editor News • Jumat, 7 Januari 2022 | 07:10 WIB
RERESIK : Para siswa SLB Tegar Harapan Sleman sedang kerja bakti dalam pelaksanan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh, Kamis (6/1). (ANNISA KARIN/RADAR JOGJA)
RERESIK : Para siswa SLB Tegar Harapan Sleman sedang kerja bakti dalam pelaksanan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh, Kamis (6/1). (ANNISA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Sleman telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. Tak hanya 60 hingga 70 persen tapi dengan kapasitas 100 persen. Salah satunya di SLB Tegar Harapan yang berlokasi di Sendangadi, Mlati, Sleman.

Kepala SLB Tegar Harapan Nur Arismanto mengatakan PTM diikuti 48 siswa. Durasi PTM dibatasi selama enam mata pelajaran, tepatnya dari  08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Tentunya dengan pemberlakukan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Semua prokes ketat. Dari sisi orangtua juga, mengantar dan menjemput harus tepat waktu untuk menghindari kerumunan,” jelas Nur ditemui di SLB Tegar Harapan, Kamis (6/1).

Sejak awal pelaksanaan, Nur memastikan PTM berjalan secara kondusif. Beragam kegiatan luar ruang juga telah berlangsung. Seperti kegiatan olahraga hingga kerja bakti di halaman sekolah,.

Setiap guru, lanjutnya, mengawasi siswa secara ketat. Terutama dalam melaksanakan protokol kesehatan. Diakui olehnya, belum semua siswa terbiasa dalam penerapan aturan baru ini.

“Menghindari kontak bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) itu masih sangat susah. Tapi kami terus berusaha bagaimana untuk mengurangi kontak itu. Kadang siswa datang minta dipeluk, atau mogok harus digandeng masuk kelas,” katanya.

Nur menceritakan para orangtua menyambut positif PTM penuh. Ini karena para siswa ABK harus didampingi dan diberikan perhatian ekstra saat pembelajaran berlangsung secara daring. Terlebih saat mengoperasikan gawai untuk mengakses materi pembelajaran.

Walau begitu, sekolah tetap memberikan waktu khusus. Tujuannya sebagai fasilitas konsultasi bagi para siswa. Sebagai upaya sekolah dalam memantau pemahaman anak atas materi pelajaran.

“Saat itu, saat ssiwa kesulitan, orang tua dapat mengantarkan siswa untuk melaksanakan konsultasi dengan guru kelasnya. Kami jadwalkan per siswa hanya satu kali konsultasi, dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Untuk vaksinasi Covid-19, Nur memastikan seluruh guru sudah tervaksin dosis kedua. Seluruh siswa berusia 12 tahun keatas juga telah tervaksin lengkap. Hanya saja untuk siswa usia 6 tahun hingga 11 tahun belum mendapatkan vaksin Covid-19.

“Saya berharap anak yang 6 hingga 11 tahun segera bisa mendapatkan vaksin. Saat ini dari dinas belum ada program atau edaran,” kata Nur. (co1/dwi) Editor : Editor News
#PTM Sleman #skema PTM #SLB Tegar Harapan Sleman