Manager Humas PT. KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Jogjakarta Supriyanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Detilnya berada di perlintasan KM 162+1 antara Stasiun Maguwo dan Stasiun Lempuyangan. Melibatkan KRL nomor 7103 jurusan Solo-Jogjakarta.
“Menurut keterangan masinis KRL 7103, korban berjalan di atas rel dari arah timur ke barat. Selanjutnya masinis membunyikan semboyan 35 berulang ulang, karena jarak semakin dekat dan korban tidak menepi akhirnya tertemper,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (4/1).
Pasca kejadian, pihaknya langsung mendatangi lokasi. Untuk kemudian mengamankan lokasi kejadian. Dari identifikasi sementara, korban beralamat domisili Wirobrajan Kota Jogja.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polsek Depok Barat. Kaitannya laporan kejadian dan mengevakuasi tubuh korban. Untuk kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda DIJ.
Atas peristiwa ini, Supriyanto memberikan sejumlah imbauan. Meminta agar masyarakat berhati-hati saat berada di dekat atau melintas jalur Kereta Api. Terlebih saat ini kecepatan dan frekuensi perjalanan KA cukup tinggi.
“Kereta itu tidak bisa berhenti mendadak. Utamakan keselamatan diri saat melintas di perlintasan KA, pastikan saat melintas tidak ada KA yang akan lewat,” katanya.
Kapolsek Depok Barat Kompol Amin Ruwito menuturkan detil pemeriksaan. Dari hasil identifikasi, korban WE meninggal dunia di tempat. Pasca tertemper, korban mengalami luka di sejumlah tubuhnya.
Berdasarkan keterangan saksi, lokasi kejadian berada di lintasan rel KA Janti Caturtunggal Depok Sleman nomer jalan I 162. Korban berjalan kaki dari arah timur ke barat. Tepatnya di sisi rel sebelah utara.
“Setelah dilakukan pengecekan dan olah TKP kemudian korban laka kereta api dibawa ke RS Bhayangkara dengan menggunakan mobil Ambulance PMI Jogja. Kami juga sudah menghubungi keluarga korban,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News