Staff Pengerahan dan Pelestarian Donor Darah PMI Kabupaten Sleman Suraji mengakui ada kondisi kritis saat PPKM berstatus Level 4. Kala itu kebutuhan darah cenderung tinggi. Sayangnya hampir tidak ada pendonor yang menyumbangkan darah karena batasan aktivitas.
“Sekarang saat PPKM sudah turun level seperti ini jumlah pendonor memang meningkat karena lembaga-lembaga masyarakat maupun pemerintahan kembali menyelenggarakan donor darah massal sebagai agenda rutin,” jelas Suraji, Selasa (14/12).
Suraji menambahkan meningkatnya pendonor darah tak hanya terjadi karena donor darah massal. Masyarakat yang berinisiatif mendonorkan darahnya ke PMI Sleman juga meningkat. Tercatat PMI Sleman dapat mengumpulkan sebanyak 50 kantong darah dalam sehari.
Berdasarkan data terbaru, PMI Sleman memiliki stok 283 kantong darah. Terdiri dari 73 kantong darah golongan A, 81 kantong darah golongan B, 126 kantong darah golongan O, dan 3 kantong darah golongan AB.
“Kalau sebelumnya hanya 20 sampai 30 kantong darah perhari. Saat ini sebanding dengan jumlah kantong darah yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat,” kata Suraji.
Salah seorang pendonor darah Muhammad Kemal menuturkan sudah cukup lama menunggu momentum donor darah. Baginya, mendonorkan darah sangatlah bermanfaat bagi tubuh. Terlebih Kemal, sapaannya, memang sudah menjadi pendonor rutin di PMI Sleman.
“Efeknya setelah donor darah itu badan jadi jarang sakit dan lebih enteng. Ini jadi salah satu cara saya untuk menolong orang lain. Jadi bagi masyarakat yang sehat dan memenuhi syarat, silahkan donor darah bisa di PMI Sleman,” ujarnya. (co1/dwi) Editor : Editor News