Ketua Umum Paguyuban Kawulo Mataram se-Nusantara Heru Sutrisno menuturkan donasi berawal dari kepedulian. Terutama kepada warga yang mengungsi pasca erupsi Gunung Semeru. Termasuk warga yang kehilangan harta benda hingga anggota keluarganya.
“Kami kerjasama dengan beberapa komunitas yang ada di Jogjakarta khususnya Sleman. Kumpulkan donasi lalu kami belikan sembako dan bermacam-macam barang yang dibutuhkan,” jelasnya ditemui di Kantor Sekretarian Paguyuban Kawulo Mataram se-Nusantara, Sabtu (11/12).
Heru menuturkan, timnya terlebih dahulu melakukan survei. Untuk kemudian menentukan titik posko bantuan. Hingga akhirnya sepakat untuk mendirikan posko bantuan di daerah Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur.
Dia menuturkan kawasan tersebut terdampak langsung dari erupsi Gunung Merapi. Jarak dari kota menuju posko ini sekitar 1,5 jam hingga 2 jam. Pengiriman bantuan menggunakan satu unit truk dan sebuah kendaraan roda empat.
“Empat hari lalu anggota kami sudah meluncur ke Pronojiwo membentuk posko aliansi. Nanti semua barang bantuan disalurkan kesana untuk kemudian didistribusikan ke warga yang terdampak erupsi,” katanya.
Ada yang unik dalam donasi kali ini. Berupa kiriman buah salak pondoh sebanyak 4 kuintal. Heru menuturkan pengiriman buah ini merupakan tanda kasih sayang dari warga Kabupaten Sleman.
“Salak pondoh merupakan ciri kas Kabupaten Sleman. Semoga bisa jadi kenangan juga bagi warga Lumajang. Beratnya kurang lebih 4 kuintal,” ujarnya.
Komunitas-komunitas yang tergabung dalam aksi ini diantaranya, Selembar Daun, Padepokan Gadung Mlati, Parikesit Dharma Budaya, PSHT, Badan Eksekitif Mahasiswa Akademi Analis Kesehatan Manggala dan sejumlah komunitas lainnya.
Terkait bantuan lainnya, Heru memastikan tetap ada. Pihaknya masih terus membuka donasi bantuan bagi warga terdampak Gunung Semeru. Seluruh donasi yang masuk akan dikumpulkan dahulu untuk kemudian didistribusikan melalui posko di Pronojiwo.
“Setelah ini tetap ada, kalau ada bantuan dan partisipasi komunitas lain tetap salurkan ke Semeru,” katanya. (dwi) Editor : Editor News