Salah satu warga tersebut adalah Sumianto. Pria berusia, 41, ini menerima kompensasi sebesar Rp 2,4 Miliar. Tak menunggu lama dia membeli 3 mobil, 3 motor dan 2 bidang tanah.
"Dapat Rp 2,4 miliar lebih. Digunakan untuk dagang, dikembalikan ke tanah lagi, beli rumah. Selain rumah juga beli mobil dan untuk biaya sekolah," jelasnya ditemui di kediamannya, Jumat (3/9).
Dua kendaraan roda empat dibeli dalam kondisi baru. Pertama adalah Mitsubishi Expander seharga Rp 271 juta dan pick up Suzuki Carry Rp 165 juta. Satu lagi Honda Jazz bekas senilai Rp 165 juta.
Sumianto memiliki alasan tersendiri tentang memborong mobil. Toyota Expander untuk hadiah anak bungsunya yang baru saja diterima di Universitas Negeri Yogyakarta. Honda Jazz untuk hadiah kepada anak perempuannya.
"Kalau mobil pickup untuk membantu usaha. Nanti dipakai untuk dekorasi dan berjualan sayur," katanya.
Sebelum menerima kompensasi, Sumianto hanyalah montir bengkel. Usaha ini menjadi pemasukan untuk kehidupan sehari-hari. Termasuk untuk membayar biaya pendidikan anaknya.
Dia bersyukur karena mendapatkan kompensasi tol Jogja-Bawen. Pada awalnya pembangunan justru berada di sisi selatan kampung. Hingga akhirnya terjadi perubahan dan melintas di atas kediamannya.
"Uang Bayar kuliah Rp 25 juta. Awalnya bingung juga mau bayar pakai apa. Lalu ada kompensasi ini langsung untuk bayar kuliah anak," ujarnya.
Walau begitu Sumianto tetap berinvestasi. Dengan membeli 2 bidang tanah di selatan kampung. Tepatnya di Dusun Pundong III dan Dusun Pundong V.
"Mau dipakai untuk rumah terus yang satunya untuk gudang dekorasi. Ya sebenernya enggak ikhlas karena tanah warisan, tapi mau gimana lagi," katanya.
Dukuh Pundong III, Pekik Basuki menuturkan sebanyak 45 bidang tanah di wilayahnya terdampak tol Jogja-Bawen. Dari total tersebut sebanyak 25 adalah rumah. Termasuk miliknya dan Sumianto.
Dia selalu mengingatkan warga untuk tetap berinvestasi. Tidak menghabiskan uang sekaligus. Termasuk membeli kendaraan bermotor dalam jumlah banyak.
"Masyarakat baru memprioritaskan mengganti tanah yang hilang dan tempat tinggal. Yang beli kendaraan ada satu dua. Warga yang lain cuma satu tapi second," ujarnya.(dwi/sky) Editor : Editor News