“Rencananya minggu depan,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan (6/6). Kendati begitu, ia belum menyebutkan pasti kapan mulai diaktifkannya shelter tersebut.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus. Menginggat masih ada persebaran klaster, sebagaimana kejadian di dua RT di Padukuhan Nglempong dan Padukuhan Ngaglik beberapa waktu lalu. Dengan demikian, persebaran dapat tertangani lebih baik.
Meski demikian, Makwan menyebut ketersediaan bed pasien Covid-19 di shelter darurat, baik Rusunawa Gemawang maupun Asrama Haji masih aman dan tercukupi. Sampai saat ini jumlah bed yang terpakai di Rusunawa Gemawang 12 tempat tidur. Dari total kapasitas 74 tempat tidur. “Sementara Asrama Haji ada 42 bed dan terpakai 12 bed,” tambahnya.
Kabag Humas UII Ratna Permata Sari membenarkan hal itu. Kendati demikian pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah ketersediaan ruangan yang akan dijadikan rujukan isolasi pasien Covid-19. Sebab, Satgas Penanganan Covid-19 UII masih mempersiapkan ruangan itu.
Dikatakan, gedung tersebut tidak digunakan sebagai ruang perkuliahan. Hanya digunakan untuk pesantrenisasi. Dia pun tak menyebutkan detail berapa jumlah ruangan di sana. “Pekan lalu, Tim Satgas UII baru mengecek. Memastikan tempatnya dahulu. Jumlah bed belum dapat kami pastikan,” tandasnya. (mel/laz) Editor : Editor Content