Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Vaksinasi Putaran Dua, Target 12 Ribu Nakes

Editor Content • Kamis, 18 Februari 2021 | 17:39 WIB
SALAM KOMANDO: Kapolda Irjen Pol Asep Suhendar didampingi Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto saat pemantauan di TPS 36 Dusun Blunyah Gede, Sinduadi, (9/12).(METIKA CANDRA/RADAR JOGJA)
SALAM KOMANDO: Kapolda Irjen Pol Asep Suhendar didampingi Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto saat pemantauan di TPS 36 Dusun Blunyah Gede, Sinduadi, (9/12).(METIKA CANDRA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Vaksinasi Putaran Dua Berakhir 21 Februari Pemkab Sleman menargetlam putaran ke dua, sebanyak 12 ribu tenaga kesehatan (nakes). Dimulai sejak 28 Januari dan berakhir pada 21 Februari mendatang.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan, vaksin pertama, prosentasenya sebanyak 87 persen. Menyasar 14 ribuan nakes. Dilakukan sejak 14 Januari lalu. Nah, nakes yang belum mendaftar, akan tetap dilayani sejauh vaksin masih tersedia. Atau dibarengkan dengan vaksinasi tahap berikutnya. "Tahap kedua nakes yg datang 97 persen. Tapi karena ada yang batal, adanya kontra indikasi mutlak dan kontra indikasi relatif. Prosentasenya berkurang," ujar Joko dalam kegiatan bakti sosial di Cangkringan, Rabu (17/2).

Yang sudah divaksin putaran pertama, lanjut Joko, sebanyak 14.222. Sebanyak 1.236 dinyatakan pending. Dan yang batal, ada 550. Sementara dosis putaran ke dua ini, yang sudah di vaksin sekitar 11.888. Yang pending ada 134 dan yang batal ada 60. "Masih ada sekitar tiga ribuan sasaran. Total vaksin masih ada 4.200-an," tuturnya.

Dijelaskan, kontra indikasi mutlak, sesorang tak diizinkan menerima vaksin karena memiliki penyakit tertentu. Misalnya, kanker, penyakit immuno kompromes atau gangguan imunitas, kelainan darah dan lain-lain. Demikian juga kontra indikasi relatif. Vaksin baru dapat diberikan apabila kondisi penyakit stabil. Seperti penderita hipertensi sehingga harus pending dulu. Contoh lainnya, diabetus melitus. Lalu penyintas, setelah tiga bulan baru diperbolehkan menerima vaksin. Nah, jika dalam keadaan hamil, tidak boleh menerima vaksin. Namun jika menyusui boleh.

Joko menyebut, jenis vaksin putaran ke dua ini masih sama. Yaitu produksi sinovac. Kendati begitu, kemasannya berbeda. Jika putaran kemarin signus atau satu vail dengan satu dosis sekali suntik. Pada putaran dua, alltidus. Satu vail untuk lima sasaran atau lima dosis. "Itu harus hati-hati. Karena satu vail betul-betul harus diberikan kepada multitalen orang. Kalau kemarin kan, satu untuk satu," terangnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya mengimbau agar masyarakat tidak takut divaksin. Meski efeknya ada, seperti keluhan pegal, ngantuk, greges dan mudah lapar. Namun, itu tak berlangsung lama. "Jadi jangan takut divaksin," tegasnya. (mel/pra) Editor : Editor Content
#Pemkab Sleman