Di Kampus UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta misalnya. Dosen Program Magister dan Doktor FITK UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta sekaligus Pengamat Pendidikan Khamim Zarkasih Putro mengatakan, pihaknya justru optimis untuk mengoptimalkan pembelajaran daring (jarak jauh). Jika dilihat secara kebutuhan mendesak, iya. Pembelajaran luring dibutuhkan. Tetapi, ketika melihat wabah yang begitu dikhawatirkan gelombang ke dua lebih besar, maka kepentingan keinginan untuk luring menjadi tidak penting lagi.
”Artinya, menjaga kesehatan untuk peserta didik itu jauh lebih diutamakan,” ungkap Khamim, kemarin (30/12).
Dijelaskan, daring diunggulkan dari pada sekedar keinginan pembelajaran secara luring. Alasan pertama masalah kesehatan. Kedua, berkaitan dengan wabah virus korona generasi dua yang dikatakan lebih berbahaya. Dan justru dimungkinkan akan mendulang kerugian dari segi ekonomi, untuk masa depan kehidupan bangsa. ”Saya termasuk tidak setuju, tahun baru ini sudah digelar tatap muka,” terangnya.
Optimalisasi daring pada semester genap ini justru lebih menyempurnakan lagi sistem daring yang sudah dilaksanakan pada semester ini. Sebab, lebih prospektif dan menguntungkan semua pihak.
Saat ini sistem pembelajaran cenderung menggunakan google meet. Kendati begitu, masih ada kendala sulitnya untuk menguasai kelas dan seterusnya. Pihaknya terus mencari model-model pembelajaran. Sehingga meskipun digelar daring, dosen tetap bisa memantau dinamika aktivitas yang dikerjakan oleh mahasiswa. Untuk pembelajaran yang optimal. "Sehingga betul-betul meskipun daring seperti luring. Menyongsong merdeka belajar," katanya.
Begitu pula, pembelajaran luring bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) ataupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardaya mengatakan, kebijakan daerah terkait pembelajaran luring di tingkat SMA sederajat masih mengikuti perkembangan adanya pembelajaran luring di tingkat perguruan tinggi pada awal tahun mendatang. Apakah penerapan protokol kesehatan aman dilaksanakan atau justru timbul klaster. "Itu dampaknya seperti apa, kalau aman bisa diikuti di bawahnya," kata Didik.
Prediksi pembelajaran luring, masih mengikuti perkembangan dalam satu bulan, Januari mendatang. Jika memang kondisinya membaik, maka bisa dilakukan uji coba SMK terlebih dahulu. Uji coba digelar terbatas. Tetapi kalau kondisinya tidak memungkinkan, maka luring bisa mundur lagi di bulan berikutnya. Dan tetap meneruskan pembelajaran daring.
Seandainya dimungkinkan pembelajaran luring pun, sekolah sudah menyiapkan gugus tugas Covid-19 untuk pengawasan. Selain itu juga pemberlakuan ketat disiplin prokes. Menyiapkan fasilitas cuci tangan dengan air mengalir disetiap kelas, mengenakan masker dan jaga jarak. Begitu juga pada para guru. Mereka harus siap menyiapkan materi sesuai tingkat kurikulum satuan pendidikan yang telah ditetapkan.
"Nantinya seperti apa, kita tunggu evaluasi satu bulan ke depan," pungkasnya. Dalam hal ini siswa diminta untuk lebih bersabar. (mel/bah)
Editor : Editor Content