Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pakai Zoom Meeting Diapresiasi Kemendagri

Editor Content • Senin, 28 Desember 2020 | 18:47 WIB
RADAR JOGJA FILE
RADAR JOGJA FILE
 

RADAR JOGJA - Jika Sleman sudah menggelar pilur pekan lalu, dengan e-voting, Bantul baru dilaksanakan Minggu (27/12). Dengan manual. Meskipun begitu, pelaksanaan Pilr di Bantul diapresiasi Direktoral Jendral Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri.

Pilur ini dilakukan serentak di 24 desa. Formatnya menyesuaikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember lalu, dengan melibatkan 558 tempat pemungutan suara (TPS).“Dirjen mengapresiasi penyelenggaraan (Pilur) Bantul. Menilai, penyelenggaraan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Beliau juga berharap yang terpilih adalah lurah yang baik, profesional, kredibel, legitimate, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul ditemui usai video conference di Kalurahan Jambidan, Banguntapan, Bantul Minggu (27/12).

 

Sebelumnya, Helmi bersama jajaran Pemkab Bantul juga melakukan monitoring Pilurdes. Menyambangi TPS 6 Tembi RT 8 Timbulharjo, Sewon, Bantul. “Kami menyaksikan di lapangan, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Seluruh KPPS dan jajarannya telah melaksanakan pemilihan dengan prosedur kesehatan yang ketat, setiap TPS disediakan air untuk cuci tagan, hand sanitizer, dan penggecekan suhu tubuh. Untuk menghindari kerumunan, juga dilakukan penjadwalan terhadap warga yang akan memberikan suara,” paparnya.

Hari ini, dilakukan penyampaian calon lurah desa terpilih. Selanjutnya, dilakukan proses dan penetapan keputusan Bupati Bantul terhadap lurah desa terpilih. “Kami akan maraton, tanggal 30 Desember akan kami lantik lurah. Sekaligus pengambilan sumpah, dari hasil Pilurdes, baik yang pemilihan langsung atau pergantian antar waktu (PAW),” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04, Jambidan, Banguntapan, Bantul Hari Prasetyo menyebut, pelaksanaan Pilurdes mengadopsi Pilkada. TPS Hari memiliki 447 daftar pemilih tetap (DPT) dengan jatah 538 surat suara. Sebelum memasuki area TPS, petugas mengecek suhu tubuh pemilih. Pemilih yang suhu tubuhnya normal diminta menunjukkan kelengkapan. Kemudian dianjurkan mencuci tangan, lalu mengenakan sarung tangan. Setelah menunggu, pemilih disebut namanya dan memberikan hak pilih. Untuk warga berpotensi pun, disediakan bilik khusus yang terpisah dari area utama TPS. "Yang beda dari Pilkada, sekarang kami pakai zoom meeting, terintegrasi dengan kelurahan. Ini untuk percontohan nasional," ungkapnya.

Sementara, Kepala Balai Pemerintahan Desa Kemendagri DIJ Efendi mengklaim, berdasar pemantauannya, semua daerah taat prokes. Baik saat persiapan dan pelaksanaan Pilurdes. “Artinya masyarakat sadar, Covid-19 adalah virus yang harus dihindari. Oleh karena itu, dalam menggunakan hak pilihnya, masyarakat sudah sadar kesehatan dan keamanan pribadi adalah hal penting. Dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan,” ucapnya. (fat/pra)

  Editor : Editor Content
#Sleman #kemendagri #pilur #Zoom Meeting