Ketua DPC Sleman Kuswanto memastikan pasangan tersebut telah paten. Kedua partai ini mantap mengantongi 21 kursi, 15 kursi berasal dari PDI Perjuangan dan 6 kursi dari PAN. "Saat ini baru PAN yang merapat, tapi tidak menutup kemungkinan partai lain bergabung. Tetap membuka pintu, tapi partai yang bergabung sebagai pendukung bukan lagi pengusung," jelasnya, Kamis (6/8).
Pernyataan Kuswanto memiliki landasan yang kuat. Saat ini PDI Perjuangan sudah memenuhi syarat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sleman. Majunya pasangan calon dengan dukungan satu partai telah cukup.
Namun, dia tak ingin gegabah atas keunggulan tersebut. Bergabungnya PAN, menurutnya, adalah angin segar. Sehingga lebih menguatkan pasangan Kustiningsih Sri Purnomo dan Danang Maharsa bertarung di tingkat eksekutif.
"Koordinasi selanjutnya belum tindaklanjuti. Agar tidak tabrakan tentu wajib koordinasi. Termasuk jika Kustini kalau bikin tim (harus) lapor ke DPC PDIP. Agar dalam menentukan gerakan lebih optimal," katanya.
Kuswanto membaca peta persaingan Pilkada Sleman. Menurutnya, kans terbesar adalah koalisi dari Partai Gerindra. Hanya saja dia belum bisa memastikan calon wakil bupati pendamping.
Kuswanto juga belum melihat pergerakan dari Wakil Bupati Sleman saat ini Sri Muslimatun. Calon petahana tersebut belum memiliki kendaraan. Terutama wakil bupati pendamping apabila ingin maju kembali dalam kontestasi politik.
"Muslimatun belum jelas kendaraannya, wakilnya siapa juga belum jelas. Kalau kami sudah yakin. Wong tidak koalisi saja yakin karena mesin sudah kami panasi dan kami punya optimisme tinggi," tegasnya. (dwi/ila) Editor : Administrator