RADAR JOGJA – Aksi klitih kembali terjadi. Korbannya, empat orang remaja usia sekolah. Pelaku diduga gerombolan remaja yang menyasar kelompok lain dengan motif yang tidak jelas.
Aksi bar-bar sekelompok remaja tersebut terjadi di wilayah Trihanggo, Gamping, Sleman Sabtu (6/6) siang. Tak tanggung-tanggung, dua lokasi menjadi titik penyerangan, yakni di Jalan Jambon dan jalan Besole. Dari kejadian tersebut empat orang remaja menjadi korban.
Kanit Reskrim Polsek Gamping Iptu Tito Satria mengatakan, keempat korban masih duduk di bangku SMP. Mereka yakni, Muhammad Aditya Pratama,16, warga Bantul; Fahmi Dwi Pratama,16 warga Pajangan; Dias Oktavian, 16 warga Pandak serta Muhammad Rafael Deva Pratama, 15 warga Giwangan. ”Mereka rata-rata menderita luka di tangan dan punggung,” jelas Tito.
Dijelaskan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap rombongan remaja yang sudah melakukan tindak kejahatan tersebut. Hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku juga merupakan kelompok pelajar. Sebab, saksi di sekitar lokasi sempat melihat para pelaku merupakan gerombolan. "Belum diketahui motif penyerangan ini, namun diduga pelakunya merupakan kelompok remaja SMP," terang Tito.
Kronologi bermula ketika keempat korban berencana pulang setelah pergi dari wilayah Kaliurang. Para korban yang menggunakan dua sepeda motor tersebut dalam perjalanannya kemudian bertemu dengan gerombolan pelaku. Para pelaku sempat terlibat aksi saling kejar dengan keempat korban.
Hingga sampai di wilayah Besole, dua korban atas nama Muhammad Aditya Pratama dan Fahmi Dwi Pratama kemudian terjatuh karena dipepet oleh para pelaku. Kedua korban mengaku juga sempat ditendang dan dipukul menggunakan helm. Sementara dua korban lainnya, Dias dan Deva juga dikejar hingga sampai di wilayah Jalan Jambon. Di lokasi itu, dua korban sempat disabet menggunakan sabuk sebelum akhirnya terjatuh dan mengerang kesakitan. Warga yang melihat kejadian tersebut pun langsung membawa keempat korban ke rumah sakit.
Setelah mendapat perawatan, keempat korban kemudian dimintai keterangan terkait kasus ini. Keempat remaja tersebut mengaku tidak memiliki masalah dengan kelompok remaja lain. Aksi penyerangan pun juga dilakukan secara tiba-tiba, tanpa motif yang jelas. "Sampai saat ini, mereka juga belum membuat laporan secara resmi ke Polsek Gamping," terangnya.(inu/bah) Editor : Editor Content