Kepala Bagian Hukum Dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu hermawan menjelaskan, pasien telah meninggalkan RS sejak Minggu (8/3) pukul 12.30. Dengan kondisi terakhir sudah stabil dan tidak panas. Sebelum meninggalkan rumah sakit, mahasiswa tersebut mengucapkan terima kasih atas perawatan medis. "Kebahagiaan itu ditambah saat hasil pemeriksaan menunjukkan negatif Covid-19," kata Banu, Senin (9/3).
Senin (9/3), mahasiswa tersebut bertolak kembali ke Jepang bersama dengan salah satu gurunya. Sebelumnya, mahasiswa Jepang dirawat sejak 3 Maret dikarenakan suhu tubuh tinggi dan batuk dari hasil check up. Selama itu pula, pengawasan dilakukan terhadap pasien dengan kriteria pasien Covid-19.
Dia ditempatkan di ruang isolasi, pasien Jepang juga telah mendapatkan lab swab Covid dan serum, rontgen dan pemeriksaan laboratorium rutin. Dengan adanya kasus suspect, Banu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyikapi Covid-19 dengan tenang dan tidak panik.
Di Kulonprogo, hingga Senin (9/3) dua pasien yang sempat diduga suspect korona dan dirawat di RSUD Wates Kulonprogo masih menempati ruang isolasi. Pihak rumah sakit menyatakan dua pasien ini statusnya orang dalam pemantauan (ODP), bukan pasien dalam pengawasan (PDP).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Sri Budi Utami menegaskan, di Kulonprogo tidak ada pasien suspect korona. Pihak RSUD Wates Kulonprogo benar telah merawat dua pasien yang baru saja pulang dari ibadah umrah dan sempat transit di Malaysia dan mengeluhkan batuk.
Kedua pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia kurang lebih 50 tahun. Hasil penelusuran terakhir, kedua pasien tidak mengarah ke suspect korona. Satu pasien dinyatakan mengidap bronkitis, kondisinya semakin membaik dan bisa segera pulang beberapa hari ke depan.
Sementara pasien lainnya dinyatakan mengidap pneumonia dan masih dirawat di ICU sebab masih sesak napas. Pihaknya juga tidak melakukan uji laboratorium Covid-19 terhadap kedua pasien
Lies berharap, masyarakat tidak perlu panik dan berlebihan menanggapi isu tersebut. Biasakan hidup bersih menjadi cara yang paling efektif untuk mencegah virus, termasuk virus Covid-19. “Hingga Senin (9/3) kami pastikan Kulonprogo aman dari pasien suspect korona," harapnya. (eno/tom/din)
Editor : Editor Content