Benda-benda itu ditemukan para pekerja proyek yang tengah membangun kolam pengolahan limbah kotoran sapi. Benda-benda tersebut ditemukan secara berdampingan di satu lokasi yang sama. “Pada kedalaman dua meter di bawah permukaan tanah,’’ kata Yulianto salah satu pekerja.
Yuli mengaku bagian pengeruk backhoe yang tak sengaja mengenai bagian arca. Sehingga membuat salah satu arca yang berbentuk manusia rusak pada bagian tangan kanan. Butuh dua orang untuk mengangkat satu arca tersebut. Ukurannya pun terbilang cukup besar yakni setinggi 90 sentimeter.
Mereka kemudian melaporkan ke Polsek Ngemplak. Kapolsek Ngemplak Wiwik Hari Tulasmi menyatakan pihaknya memang sempat mengamankan temuan arca tersebut. Namun selanjutnya ditangani Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIJ.
Kepala Unit Penyelamatan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB DIJ Muhammad Taufik mengatakan, dua arca serta beberapa temuan batuan candi tersebut diperkirakan sudah berusia 800 tahun. Adapun nama dari kedua arca ini diketahui Nandhi dam Agasatya.
Diperkirakan arca tersebut merupakan peninggalan dari Abad ke-9 dan berusia sama dengan Candi Morangan yang berjarak satu kilometer dari lokasi penemuan. "Tidak satu kompleks dengan Candi Morangan, namun dulunya ada satu jalur sungai yang menghubungkan dua lokasi tersebut," ujarnya.
Terkait dengan upaya penelitian lanjutan atau ekskavasi, Taufik mengaku masih belum bisa memastikan waktu pelaksanaanya. Hal itu, karena pihaknya memiliki kendala dengan dengan musim hujan dan aliran sungai di dekat lokasi penemuan.
Upaya eskavasi tetap dilaksanakan. Namun waktunya belum ditentukan. Untuk tahap awal mungkin akan dilakukan pemetaan terlebih dahulu.
Terkait dengan aktivitas proyek di lokasi penemuan, tetap bisa dilakukan. Namun apabila kembali mendapat temuan kembali, dia meminta agar segera dilaporkan."Izin tetap diberikan, namun kalau menemukan arca lagi harap segera dilaporkan ke BPCB," pesannya. (inu/din) Editor : Editor Content