Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Integrasikan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa

Editor Content • Minggu, 5 Januari 2020 | 15:34 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar dan Rektor UNY Sutrisna Wibawa pada Studium Generale UNY (4/1). ( ISTIMEWA )
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar dan Rektor UNY Sutrisna Wibawa pada Studium Generale UNY (4/1). ( ISTIMEWA )
RADAR JOGJA - Sinergi lintas lembaga dalam pembangunan desa sangat penting. Tak terkecuali sinergi dengan perguruan tinggi yang memiliki banyak program pemberdayaan kepada masyarakat desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menjelaskan dengan adanya sinergi, pemberdayaan desa akan lebih mudah dilakukan karena terwujud secara terintegrasi. Masing-masing pihak sesuai kompetensinya, akan bahu-membahu dan saling melengkapi dengan satu tujuan.”Yaitu memperjuangkan kemajuan daerah pedesaan,’’ ujar Halim saat Studium Generale di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sabtu (4/1).

Menurut Halim, sinergi dan integrasi tersebut, kemudian dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang sederhana. Misalnya menggunakan data statistik pedesaan dan daerah 3T yang dimiliki kementeriannya, perguruan tinggi dapat menempatkan program pengabdian masyarakat di tempat-tempat tersebut. "UNY sebagai kampus guru nantinya dapat mengirim mahasiswanya ke daerah tersebut untuk mengajar di sekolah maupun langsung kepada masyarakat secara informal," harapnya.

Pengelolaan dana desa, tambah Halim, juga dapat terbantu dengan adanya dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi. Mengingat mereka dapat memberikan input dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) sampai keperluan administrasi.

Halim yang merupakan alumni Filsafat dan Sosiologi Pendidikan UNY angkatan 1987, mengaku dirinya pernah menjadi guru sampai dengan 1999. Menurutnya, menjadi guru di desa masih sangat dihormati dan bisa sangat berkontribusi untuk pembangunan. "Mahasiswa UNY sebagai calon guru jangan sampai melepaskan peluang ini,” pesannya.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengaku siap untuk bersinergi lebih lanjut. Terlebih, jumlah mahasiswa yang dikirim UNY untuk program pengabdian masyarakat setiap tahunnya relatif besar.

Pada 2019, Sutrisna mencatat ada 4.519 mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN), tersebar di 318 desa seluruh Indonesia. Sedangkan prioritas penerjunan KKN di daerah sekitar Jawa Tengah dan DIJ, adalah Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo yang masih relatif membutuhkan sentuhan pengembangan.

“Di desa, para dosen pembimbing dan mahasiswa KKN berkolaborasi menghasilkan inovasi bersama masing-masing pemda. Anak UNY juga biasa diminta mengajar di sekolah ataupun mengajar keterampilan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di desa,” ungkap Sutrisna.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) UNY Suyanto berharap mahasiswa dan masyarakat mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui program sinergi yang dicanangkan oleh Kementrian PDTT. Meskipun nantinya mahasiswa telah berstatus sebagai alumni, dapat terus mengabdikan ilmunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu, civitas juga berperan sebagai agen pembaharuan sehingga dapat menggunakan kesempatan ini untuk menggerakkan masyarakat. Dalam hal ilmu pengetahuan yang berkembang pesat sehingga memenuhi empat kompetensi yaitu kreatif dan inovasi, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. (eno/din) Editor : Editor Content
#universitas negeri yogyakarta #Studium Generale #Sleman #UNY