Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadrah sebagai Tontotan dan Tuntunan

Editor News • Jumat, 26 April 2019 | 20:31 WIB
HAJATAN: Para pemain hadrah tampil di Padukuhan Gatak, Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kamis (25/4). (SETYAKI A. KUSUMA/RADAR JOGJA)
HAJATAN: Para pemain hadrah tampil di Padukuhan Gatak, Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kamis (25/4). (SETYAKI A. KUSUMA/RADAR JOGJA)
SLEMAN - Warga Padukuhan Gatak, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan melestarikan hadrah. Kesenian ini ditampilkan pada setiap hajatan maupun pengajian di Gatak.

Hadrah dibawakan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Al Munawaroh. Kelompok ini merupakan grup hadrah yang masih baru.

Pendirian grup kesenian tersebut untuk melestarikan kesenian musik religi. Meskipun peralatan musiknya sederhana, mereka mampu membawakan hadrah dengan sangat baik.

Salah seorang pemain hadrah, Titik mengatakan, hadrah dimainkan sepuluh orang perempuan. Tujuan sampingnya adalah memanfaatkan waktu luang.

‘’Kami sering berlatih. Sehingga mampu bermain layaknya pemain hadrah yang sudah mahir,’’ kata Titik, kemarin.

Dia berharap ada regenerasi pemain hadrah di Padukuhan Gatak. Sehingga kesatuan dan persatuan warga terjalin semakin baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan, kesenian hadrah membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Sehingga nada-nada yang keluar dari rebana, geprak, kencir, dan tambur menjadi selaras.

‘’Adapun syair lagu-lagu hadrah, mengandung pesan moral. Sehingga tak sekadar menjadi tontonan, namun juga tuntunan bagi penikmat musik hadrah,’’ kata Muslimatun. (sky/iwa/er) Editor : Editor News
#Paguyuban Al Munawaroh #Hadrah