Hadrah dibawakan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Al Munawaroh. Kelompok ini merupakan grup hadrah yang masih baru.
Pendirian grup kesenian tersebut untuk melestarikan kesenian musik religi. Meskipun peralatan musiknya sederhana, mereka mampu membawakan hadrah dengan sangat baik.
Salah seorang pemain hadrah, Titik mengatakan, hadrah dimainkan sepuluh orang perempuan. Tujuan sampingnya adalah memanfaatkan waktu luang.
‘’Kami sering berlatih. Sehingga mampu bermain layaknya pemain hadrah yang sudah mahir,’’ kata Titik, kemarin.
Dia berharap ada regenerasi pemain hadrah di Padukuhan Gatak. Sehingga kesatuan dan persatuan warga terjalin semakin baik.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan, kesenian hadrah membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Sehingga nada-nada yang keluar dari rebana, geprak, kencir, dan tambur menjadi selaras.
‘’Adapun syair lagu-lagu hadrah, mengandung pesan moral. Sehingga tak sekadar menjadi tontonan, namun juga tuntunan bagi penikmat musik hadrah,’’ kata Muslimatun. (sky/iwa/er) Editor : Editor News