Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kontes Diikuti 300 Kambing Kaligesing

Administrator • Senin, 24 September 2018 | 22:28 WIB
ADU KUALITAS: Dua orang pengunjung Open Kontes Kambing Kaligesing Piala Raja 2018 menyaksikan penilaian yang dilakukan juri di Girikerto, Turi, kemarin. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
ADU KUALITAS: Dua orang pengunjung Open Kontes Kambing Kaligesing Piala Raja 2018 menyaksikan penilaian yang dilakukan juri di Girikerto, Turi, kemarin. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
SLEMAN - Kecamatan Turi bukan terkenal akan salak pondoh semata. Sektor peternakan juga menjadi andalan bagi kecamatan yang dipimpin Haris Sunaryo.
Sekitar 300 kambing ras Kaligesing dari berbagai daerah di Jawa memenuhi kandang ternak Kelompok Mandiri di Dusun Nganggring, Girikerto, Turi kemarin.

Kambing-kambing itu berlaga menjadi yang terbaik dalam Open Kontes Kambing Kaligesing Piala Raja 2018.

Koodinator lapangan acara Eko Citraefa mengatakan kontes tersebut kali pertama di Turi.

"Kerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing Nasional (Perkanas) dan Kelompok Ternak Mandiri," kata Citraefa.

Kambing Kaligesing merupakan peranakan kambing etawa dari Jawa Tengah. Kontes berskala nasional tersebut terbagi empat kelas yaitu kelas A, B,C dan D yang terdiri dari jantan maupun betina.

Kelas D, batasan untuk kambing jantan tinggi badan maksimal 75 sentimeter dan gigi belum tanggal. Untuk betina, tinggi maksimal 70 sentimeter.
Kelas C, tinggi jantan minimal 76 sentimeter dan betina 71 sentimeter serta belum ada gigi yang tanggal. "Jadi mau tingginya sampai satu meter tidak masalah," kata Citraefa.

Kelas B, syaratnya telah ganti gigi antara satu hingga dua gigi. Kelas A menjadi kelas bergengsi. Syaratnya, setiap kambing harus telah berganti gigi minimal tiga pasang atau enam gigi.

Ada 11 parameter menilai kualitas Kambing Kaligesing. Mulai kepala, tanduk, telinga, leher, postur, ekor, kaki, bulu, dan testis. "Seluruh badan dinilai, ada skor satu per satu," ujar Citraefa.

Kambing Kaligesing yang baik memiliki bentuk telinga melipat simetris ke depan, bulu lebat, posturnya tinggi kokoh. Selain itu, bentuk muka melengkung, pola warna bulu hitam putih atau coklat putih dan dagu bawah lebih panjang.
Salah seorang peserta lomba Heri Widodo dari Pacitan sengaja datang untuk mengikuti kontes. "Saya bawa dua kambing jantan untuk Kelas A dan B," kata Heri.

Dia menyiapkan kambingnya sejak dua bulan lalu. Perawatan kambing, tidak terlalu sulit. Terpenting adalah menjaga kambingnya sehat.

Pola makan harus dijaga. Perawatan bulu juga turut diperhatikan. "Pakan diberi ampas tahu, kangkung kering termasuk vitamin. Selain itu, sebisa mungkin kambing jangan dikawinkan dulu karena nanti akan lesu," kata Heri.
Kepala Dinas Pertanian DIJ Sasongko mengatakan lomba ini sebagai pemicu masyarakat menjadi peternak. "Agar termotivasi budidaya Kambing Kaligesing," ujarnya.

Sasongko menyebut, dampak kontes menghasilkan kambing unggul. "Di samping itu, jika dikembangkan bisa menjadi penyedia bibit kambing daerah lain," tambahnya.

Peserta kontes tak hanya dari Sleman. Ada juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Peserta paling jauh dari Lembang. (har/iwa) Editor : Administrator
#kambing #peternakan #Etawa