Pelaksanaan UNBK perdana SMA Colombo bergabung dengan SMKN 2 Depok. Total ada 65 siswa kelas XII yang ikut ujian. Terbagi menjadi dua jurusan, 26 siswa jurusan IPA dan 39 siswa IPS."Tahun depan kami siap secara mandiri. Dalam simulasi ini kami (guru) juga belajar. Terutama untuk teknisi dan proktornya," jelas ditemui sela-sela simulasi UNBK di SMKN 1 Depok, kemarin (20/2).
Sri menuturkan kebijakan ini diambil untuk kelancaran ujian. Dia tidak ingin anak didiknya mengeluh saat UNBK perdana. Apalagi kehadiran teknisi dan proktor sangatlah penting.
Terlepas dari itu, dia mengakui UNBK efektif. Selain penghematan dana, juga tingkat keamanannya. Berbeda dengan ujian kertas yang memiliki potensi kebocoran soal. "Langkah selanjutnya adalah pemantapan siswa sebelum ujian. Membiasakan dengan sistem UNBKnya," jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran UNBK SMA, SMKN 2 Depok menyiapkan lima laboratorium. Masing-masing laboratorium berisikan 35 komputer. Rencananya UNBK SMA akan berlangsung satu sesi.
Proktor Utama SMKN 2 Depok Eka Vijianto mengungkapkan simulasi hari pertama tergolong lancar. Siswa sudah memahami sistem pengerjaan soal UNBK. Hanya saja dirinya berharap siswa efektif memanfaatkan waktu simulasi."Hari ini memang intinya bukan pengerjaan soal tapi pengenalan sistem. Soalnya juga masih acak, besok (hari ini, REd) ujiannya sudah bahasa Inggris," ujarnya.
Khusus untuk mata uji bahasa Inggris, dirinya meminta siswa cermat. Terutama saat sesi ujian listening yang menggunakan fasilitas headset. Dalam sesi listening, peserta hanya memiliki dua kali kesempatan memutar audio. "Jangan klik dulu jika belum mantab mendengar audionya. Lalu kalau sudah selesai jangan klik log out dulu. Manfaatkan waktu ujian seoptimal mungkin, 120 menit," jelasnya.
Tentang kerahasiaan soal ujian, Eka menjamin UNBK. Token baru keluar sesaat sebelum ujian dimulai. Pemilik dari token ini adalah siswa yang melaksanakan ujian. Sehingga tidak mungkin ada pihak lain yang membuka.
Proses ujian juga dijamin berlangsung aman. Meski posisi duduk berdekatan, tapi paket soal berbeda. Sama seperti tahun sebelumnya, jumlah paket soal menyesuaikan jumlah peserta ujian."Jadi kalau di kelas ada 33 siswa yang ujian, jumlah paket soal juga 33. Kecil kemungkinan kalau bocor, apalagi soalnya sama," ujarnya. (dwi/din/mg1) Editor : Editor News