Administrator• Kamis, 29 Desember 2016 | 21:16 WIB
KENANG-KENANGAN: Sejumlah wisatawan berfoto dengan latar belakang lampion berjudul Gajah Kesemutan di salah satu jalan di kawasan Kaliurang Minggu (25/12).(MIFTAHUDIN/Radar Jogja)RADARJOGJA.CO.ID - SLEMAN– Libur akhir tahun menjadi momentum berharga bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman. Ini kesempatan untuk mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Sekaligus mendapatkan pemasukan yang besar. Karena itu, beragam agenda telah disiapkan di sejumlah lokasi dan destinasi wisata. Salah satu fokus penyelenggaraannya berada di kawasan wisata Kaliurang Sleman.
Kepala Disbudpar Sleman A.A Ayu Laksmidewi menuturkan, agenda yang sudah dilakukan adalah Festival of Light. Acara ini telah dibuka 8 Desember lalu dan akan berakhir 8 Januari 2017 mendatang. Kegiatan lainnya adalah festival lampion dan festival penjor di sepanjang kawasan Kaliurang. "Untuk Festival of Light antusiasme sangat tinggi. Tahun ini konsep yang diangkat adalah Castle and Dragon. Beragam objek unik dengan hiasan lampu tersaji di Gardu Pandang Kaliurang," jelasnya, kemarin (28/12).
Agenda wisata ini sudah memasuki tahun kedua. Sajian yang diangkat tidak jauh berbeda disbanding tahun sebelumnya. Objek-objek istana dan naga dihias menggunakan lampu. Begitu pula dengan area taman yang terhampar ribuan lampu hias.
Ayu menuturkan konsep ini untuk mendukung penggemar selfie. Wisatawan yang datang dapat mengabadikan momen ini. Atraksi wisata ini beroperasi menjelang sore, tepatnya pukul 15.00 hingga malam hari. "Paling pas menjelang senja sore hari untuk menikmati lampu-lampu ini. Saat langit cerah, langit tidak terlalu gelap. Jadi pas antara tata lampu dan kondisi langit di Kaliurang," ujarnya.
Sedangkan festival penjor dan lampion akan melibatkan warga Kaliurang. Nantinya, di sepanjang jalan menuju taman wisata Kaliurang akan dihiasi penjor dan lampion ini. Tepatnya selepas gerbang masuk Kaliurang, Hargobinangun, Pakem Sleman.
Ayu menjelaskan lampion dan penjor adalah inisiatif warga. Disbudpar Sleman hanya mendorong agar warga Kaliurang menyajikan suguhan unik. Konsep hiasan ini berlangsung hingga 7 Januari 2017 mendatang. "Masih ada suguhan lainnya, seperti hiburan di Tlogo Putri, Museum Gunung Merapi, Lapangan GOR Kaliurang Barat, dan depan Wisma Sembada. Ada kirab pada tanggal 31 Desember dengan puncak panggung musik," katanya.
Untuk target wisata selama liburan, Disbudpar Sleman menargetkan 400 ribu wisatawan. Angka ini target kunjungan dari 18 Desember hingga 2 Januari 2017. Target ini turut melengkapi angka kunjungan wisata 2016 mencapai 4,1 juta wisawatan. "Per September kemarin sudah mencapai 75 persen. Optimistis untuk tahun ini bisa memenuhi, bahkan melampaui dari target awal," ujarnya. (dwi/din/ong)