Suharsono meyakini bahwa pesisir selatan menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Menyusul dibangunnya jalur jalan lintas selatan (JJLS) dan program restorasi area konservasi Gumuk Pasir. Apalagi, selama ini nama Parangtritis telah terkenal luas sebagai salah satu destinasi pariwisata paling dicari wisatawan domestik. Rencana besar pemerintah pusat dan DIJ itulah yang memicu timbulnya gagasan dalam benak Suharsono.
"Bisa direalisasikan setelah penertiban kawasan pantai selatan selesai," katanya kemarin (11/4).
Suharsono menegaskan keseriusannya menata kawasan pesisir selatan.
Terlebih, dia mengklaim telah mendapat restu dan dukungan dari pihak Keraton Jogjakarta. Dukungan ini berupa surat permintaan yang dilayangkan Lembaga Panitikismo kepada dirinya selaku bupati beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, Suharsono tetap ingin mengedepankan upaya persuasive dalam penataan kawasan. "Kami akan cek dulu apakah bangunan-bangunan itu berdiri di tanah pribadi atau bukan. Kalau bukan, ya, ditertibkan," tegasnya.
Seperti rencana pendirian hotel berbintang, Suharsono juga berencana menggandeng investor untuk mendirikan kompleks kios di sepanjang pantai selatan.
Kasat Pol PP Bantul Hermawan Setiaji menyatakan, rencana penertiban kawasan pesisir pantai selatan dilakukan secara bertahap. Zona inti dan penunjang Gumuk Pasir menjadi prioritas utama.
"Ada 36 bangunan yang sudah kami data. 34 di zona inti. Yang dua di zona penunjang," sebutnya.
Hermawan menargetkan, pada triwulan ketiga atau keempat tahun ini proses penertiban tahap pertama selesai. (zam/yog) Editor : Administrator