Di luar dugaan, Sadar yang sebelumnya menjabat sekretaris umum DPD PAN Sleman berhasil meraup 84 suara. Disusul Sandro Ariawan dengan 72 suara, Untung Wahyono 70, Aris Suranto 67, Arif Kurniawan 57, Inoki Azmi Purnomo 55, Nuril Hanifa 51, dan Suhardiyanto 44. Total 127 pemilih dari unsur dewan pimpinan ranting (DPRT) 86 suara, dewan pimpinan cabang 34 (ketua dan sekretaris), dewan pimpinan daerah (DPD/ketua, sekretaris, bendahara, plus ketua majelis pertimbangan partai/MPP), dua ketua sayap partai (BM PAN dan Sekar Surya), serta satu perwakilan DPW PAN DIJ.
"Alhamdulillah berjalan lancer. Terpilih yang terbaik," ujar Ketua Operating Committee (OC) Dodik Aryanto usai musda.
Dodik menegaskan bahwa musda baru menetapkan ketua terpilih dan tiga anggota formatur. Selanjutnya, pembentukan kabinet sepenuhnya menjadi kewenangan empat orang formatur peraih suara terbanyak, ditambah Arif Noor Hartanto selaku perwakilan formatur dari DPW PAN DIJ. "Paling lama mungkin sebulan seluruh kabinet harus sudah terbentuk," tandas Dodik.
Sadar Narima mengaku lega seluruh proses musda telah berlalu. Hanya, diakuinya masih ada "PR" yang tak mudah untuk menyusun kabinet. Baginya, seluruh anggota struktur partai harus memiliki visi dan misi yang sama, yakni membesarkan partai berlambang matahari terbit itu.
Mengawal kebijakan bupati dan wakil bupati 2016-2021 menjadi sasaran utama Sadar dalam menahkodai DPD PAN Sleman. "Khususnya kebijakan yang pro masyarakat. Pendidikan atau sosial," katanya.
Sadar juga ingin mengulang sukses pemilihan legislatif 2014, dimana PAN mendulang lebih dari 86 ribu suara dan 6 kursi di DPRD. Sadar menargetkan tambahan minimal dua kursi untuk pileg 2019. "Target lain pada 2020 target mengulang tradisi pemenangan pilkada," kata Sadar yang juga menjabat anggota DPRD DIJ.
Sementara itu, Inoki Azmi Purnomo mendorong formatur yang terbentuk segera menyusun struktur kepengurusan partai. "Agar kami bisa segera bekerja untuk rakyat," tuturnya. (yog/ong) Editor : Administrator