Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mentan Minta Cetak Sawah 100 hektare

Administrator • Jumat, 4 Maret 2016 | 02:09 WIB
Photo
Photo


SLEMAN – Setelah Purworejo dan Bantul, kemarin (2/3) giliran Kabupaten Sleman yang menjadi jujugan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. Tepatnya di Dusun Candisingo, Madurejo, Sleman. Disela acara panen raya padi, Amran mengingatkan pentingnya peran kepala daerah menekan alih fungsi lahan.

"Saya minta gubernur dan bupati mempertahankan lahan pertanian," ucapnya.

Amran cukup serius menyikapi maraknya alih fungsi lahan pertanian di wilayah DIJ. Khususnya, peralihan lahan untuk membangun perumahan. Untuk menekan alih fungsi lahan pertanian, Amran menargetkan penambahan kawasan hijau seluas 100 hektare. Target itu terlontar sebagai jawaban permintaan Bupati Sleman Sri Purnomo.

Sri Purnomo berencana memanfaatkan lahan mangkrak akibat erupsi Gunung Merapi seluas sekitar 50 hektare di wilayah Cangkringan. "Saya penuhi cetak sawah 50 hektare. Kalau pemkab bisa menyediakan l100 hektare tentu lebih baik," ujarnya usai menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Terkait bantuan alsintan berupapompa air, alat panen, dan taktor tangan, Amran mewanti-wanti pemerintah agar segera menyerahkannya kepada petani. "Jika tidak sampai, silakan petani datang ke saya. Semua biaya saya ganti nanti," janjinya.


Sri Purnomo mengakui jika wilayah yang dipimpinnya mengalami penyusutan lahan. Namun, produksi pertanian justru mengalami peningkatan. Pada 2015, dengan luas lahan 50.356 hektare menghasilkan produksi 328.683 ton gabah kering giling (GKG). Tingkat produktivitasnya mencapai 66,91 kuintal per hektare. Hasil tersebut jauh lebih banyak disbanding capaian 2014. Hasil panen di lahan seluas 52.232 hektare sebanyak 314.298 ton GKG, dengan produktivitas 60,17 kuintal per hektare.

Sementara pada 2016, sasaran luas lahan panen 26.181 hektare. April hingga September 24.65 hektare. Total pada Oktober hingga September sebesar 50.831 hektare. "Kami optimistis produksi padi pada tahun ini kembali surplus," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Sri Purnomo mengungkapkan bahwa sector pertanian mampu menyerap tenaga kerja hingga 23,01 persen dari jumlah penduduk Sleman sebanyak 1,06 juta jiwa.(bhn/yog/ong) Editor : Administrator
#Sleman #lahan sawah