Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kerugian Materi Capai Rp 23 Miliar

Administrator • Jumat, 8 Mei 2015 | 20:59 WIB
Photo
Photo

KRETEK - Hujan deras yang menyebabkan sejumlah sungai besar meluap beberapa waktu lalu ternyata menimbulkan kerugian cukup besar. Total kerugian akibat rusaknya sarana infrastruktur, terendamnya tanaman, serta hanyutnya puluhan kolam ikan ini ditaksir mencapai Rp 23 miliar.
"Lahan pertanian yang terendam sekitar 255 hektare," urai Bupati Bantul Sri Surya Widati di sela-sela menghadiri peletakan batu pertama rehabilitasi saluran afur di Dusun Bedog, Donotirto, Kretek, kemarin (6/5).
Hampir seluruh wilayah pertanian di bantaran sungai terendam banjir. Namun, area pertanian terparah yang terendam banjir terletak di wilayah Sanden dan Kretek. Mengingat, dua kecamatan ini berada di hilir.
"Kelebihan air bahaya. Kekurangan air juga begitu," ujarnya.
Bahkan, kiriman air dari wilayah utara DIJ ini juga sempat menggenangi permukiman. Tak sedikit rumah warga ikut terendam. Karena itu, Ida, sapaan akrabnya, meminta dinas terkait untuk memprioritaskan perbaikan sarana infrastruktur saluran air di dua wilayah ini. "Salah satunya afur. Jika ada afur air yang datang bisa diatur volumenya," jelasnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Yulianto mengakui wilayah Kretek dan Sanden kerap menjadi langganan banjir kala terjadi hujan deras di wilayah utara. Salah satu akibatnya, area persawahan terendam air. "Untuk Bedog pembangunan afur sudah kita rintis tahun lalu. Ada 130 meter yang kita bangun tahun lalu" tambahnya.
Menurutnya, masih ada 150 meter lagi yang harus dibangun. Hanya, karena keterbatasan anggaran tahun ini dinas hanya dapat membangun separonya. Sisanya akan dikerjakan pada tahun depan. "Total ada 11 titik pengerjaan afur di kecamatan Kretek," sebutntya.
Bagaimana dengan perbaikan sarana infrastruktur yang rusak akibat luapan sungai pada dua minggu lalu? Yulianto menyatakan telah menyusun skema perbaikan. Perbaikan infrastruktur yang menelan anggaran besar diserahkan kepada Pemerintah DIJ. Penanganan kerusakan yang bersifat mendesak menggunakan anggaran tak terduga. "Terus lainnya dengan APBD Perubahan nanti," ungkapnya.(zam/din/ong) Editor : Administrator