Selama ini, KK Sukemi mengikuti salah satu adiknya. Parahnya, setelah rumahnya ambruk pada Rabu (3/9) lalu, Sukemi tidak dapat berbuat ba-nyak. Begitu pula warga setempat. Warga hanya bergotong-royong mem-buatkan gubuk kecil untuk Sukemi. Gubuk berukuran 1,5X 3 meter yang berdiri di samping rumahnya yang ambruk tersebut, akhirnya dimanfaat-kan Sukemi sebagai tempat tinggal, beraktivitas, dan menyimpan berbagai barang miliknya. "Rapat RT menyepa-kati untuk membantu mbah Kemi dengan seikhlasnya," ujarnya.
Pihak RT tidak dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah karena terkendala persoalan KK. Mengingat, tahun lalu adik Sukemi pernah menda-patkan bantuan dari pemerintah. "Karena prosedurnya memang be-gitu. Ketika tahun lalu dapat, otomatis tahun ini tidak boleh mengajukan lagi," ungkapnya. Dari itu, Duwijo mengapresiasi sikap paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) yang bersedia memberi-kan bantuan kepada Sukemi. "Bantuan berupa bahan material bangunan ini akan digunakan untuk membangun ulang rumah mbah Kemi," bebernya.
Anggota Warkaban Suharsono me-negaskan, paguyuban yang beranggota-kan perantau asal kabupaten Bantul tersebut tengah mencanangkan program Makaryo Bangun Deso. Pertimbangan-nya, masih ada beberapa wilayah yang dinilai jauh dari sejahtera. "Di sini saja masih ada warga yang belum teraliri listrik seperti rumah mbah Kemi ini," urainya. (zam/jko/gp) Editor : Administrator