Andil Ciptakan Udara Berkualitas
SLEMAN - Kebutuhan udara bersih sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, saat ini hanya sedikit pihak yang bisa melakukan pengujian dan meneliti kualitas udara itu. Laboratorium Kualitas Udara Universitas Islam Indonesia, menjadi salah satu yang sedikit itu. "Kami berupaya berupaya meningkatkan ruang lingkup pengujian yang tersedia, khu-susnya di bidang pengujian kualitas udara," ujar Any Juliani ST MSc (Res.Eng), dosen sekaligus Sekretaris Prodi Teknik Ling-kungan UII kemarin (21/9).
Meskipun masih dalam proses sertifikasi, laboratorium ini mampu menguji beberapa pa-rameter udara, seperti yang di-persyaratkan oleh PP Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengenda-lian Pence maran Udara. Bebe-rapa parameter tersebut, antara lain SO2, O2, CO, O3, HC, PM10, PM2,5, Dust fall, TSP, dan ke-bisingan.Laboratorium ini dilengkapi berbagai macam instrumen untuk pengukuran uji emisi maupun ambien seperti Impinger, High Volume Sampler (HVS), dan Gas Detector.
Selain itu, terdapat pula mini wheater station yang dapat memonitor kondisi cuaca seperti curah hujan, suhu dan arah angin. "Kami pernah dipercaya menguji sampel kualitas udara untuk sektor industri dan instansi pemerintah," katanya.Salah satunya, laboratorium ini pernah terlibat dalam program monitoring kualitas udara Kota Jogja melalui Program Langit Biru (PROLABIR).
Saat ini belum banyak institusi yang memiliki fasilitas pengujian kualitas udara secara mumpuni. Padahal, pengujian kualitas udara dinilai semakin penting. Agar peningkatan kegiatan industri di berbagai kota di In-donesia tidak menimbulkan polusi udara yang dapat meng-ancam kesehatan penduduk.Selain laboratorium kualitas udara, UII memiliki laboratorium terpadu dan kualitas lingkungan. Dua lab itu lebih dulu mengantongi sertifikat ISO/IEC 17025: 2005 yang dikeluarkan oleh Komite Akredi-tasi Nasional (KAN) pada 2011.
Sertifikat tersebut menjadi parameter bahwa menunjukkan semua hasil pengujian labora-torium telah memenuhi sistem pengendalian dan jaminan mutu yang ditetapkan sehingga dapat dipertanggungjawabkan di level internasional.Kepala Laboratorium Terpadu UII Rudy Syahputra PhD mengatakan, sertifikat ISO 17025 menjadi nilai lebih bagi para peneliti yang melangsungkan riset di laboratorium. "Ini men-jadi bahan pertimbangan bagi para stakeholder, seperti Kemen-terian Riset dan Teknologi untuk memperhitungkan riset para peneliti", ungkap Rudy.Saat ini laboratorium analisis obat dan makanan serta labo-ratorium Teknik Kimia UII juga sedang mengajukan sertifikat serupa. (yog/din/nn) Editor : Administrator