Banyak Anak Bekerja Demi Keluarga
Editor News • Kamis, 3 Juli 2014 | 15:50 WIB
SLEMAN - Anak bekerja mencari nafkah merupakan masalah sosial yang terjadi hampir di setiap wilayah. Tak terkecuali Sleman. Dinas Tenaga Kerja, Sosial , dan Transmigrasi (Disnakersos) mendeteksi adanya ratusan anak yang terpaksa bekerja untuk menyambung hidup keluarga. Bahkan, tidak sedikit anak yang justru menjadi tulang punggung keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Merekapun tidak lagi peduli dengan pendidikan.
Kepala Disnakersos Untoro Budiharjo menuding gagalnya optimalisasi program pengentasan pekerja anak terkendala minimnya kesadaran orang tua. "Itu tak mudah karena terkait kemiskinan," ujarnya di sela acara pemberian bantuan alat sekolah bagi 360 pekerja anak oleh Kemenakertrans RI di Grha Sarina Vidi Kamis (26/6). Untoro menegaskan, pengentasan pekerja anak tak bisa difokuskan pada anak yang bersangkutan saja. Tapi juga keluarganya. Untoro mengklaim, selama ini pemkab telah melakukan pendampingan bagi 90 pekerja anak. Tujuannya, mereka bisa mengenyam kembali bangku sekolah. "Kami beri motivasi dan bantuan biaya sekolah," ujarnya.
Namun, dorongan pemerintah kurang mendapat respon dari pihak para orang tua anak. Bahkan, menurut Untoro, banyak orang tua yang memaksa anaknya tetap bekerja. "Faktor ekonomi selalu menjadi alasan," ungkap mantan kepala dinas pariwisata itu. Untoro masih kesulitan menemukan formula untuk menyadarkan paradigma orang tua pekerja anak.
Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhtar Lutfi mengatakan program bantuan paket alat sekolah terbukti ampuh untuk menarik pekerja anak kembali sekolah. Pada 2013 tercatat 33 ribu anak ikut program yang telah berjalan enam tahun.Program khusus bagi anak putus sekolah dibawah 18 tahun dan dari rumah tangga sangat miskin" ungkapnya. Menurut Muhtar, program tersebut berlaku di seluruh Indonesia.(yog/din) Editor : Editor News