RADAR JOGJA - Saat menghadiri pernikahan adat Jawa, sebagian orang mungkin pernah melihat pengantin menebarkan uang logam, beras, dan bunga kepada para tamu. Tradisi ini dikenal dengan nama udik-udik. Meski terlihat seperti acara bagi-bagi uang, tradisi ini ternyata memiliki makna yang lebih dalam.
Dalam budaya Jawa, udik-udik menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan. Beras melambangkan kemakmuran, uang logam sebagai tanda berbagi rezeki, sedangkan bunga menjadi doa agar kehidupan rumah tangga pengantin selalu dipenuhi kebahagiaan dan keharmonisan.
Baca Juga: Benarkah Kupu-Kupu Masuk Rumah Jadi Pertanda Akan Ada Tamu?
Hingga sekarang, tradisi udik-udik masih sering dilakukan dalam pernikahan adat Jawa. Meski beberapa keluarga menyesuaikan isi udik-udik dengan permen atau suvenir kecil, makna di balik tradisi ini tetap sama, yaitu mengajarkan pentingnya berbagi dan bersyukur kepada sesama.
Tradisi sederhana ini membuktikan bahwa setiap prosesi dalam pernikahan adat Jawa tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga pesan kehidupan yang masih relevan hingga saat ini.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber