Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rasulan, Warga Wiladeg Reresik Umbul Banteng dan Tampilkan Reog Gunungkidul 

Editor News • Sabtu, 4 Juli 2026 | 03:30 WIB
Penampilan Reog Asli Gunungkidul.
Penampilan Reog Asli Gunungkidul.

 

 

 

 

GUNUNGKIDUL – Masyarakat Kalurahan Wiladeg Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul menggelar upacara adat Bersih Umbul Banteng di Umbul Banteng, Jumat (3/7). Tradisi tahunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rasulan atau bersih desa sebagai wujud syukur atas keberkahan sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat.

Upacara Bersih Umbul Banteng merupakan salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang ditetapkan pada 2024. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ketua panitia Budi Lumaksa mengatakan, upacara tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas keberadaan Umbul Banteng yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga.

Baca Juga: Bangun Ekosistem Olahraga agar Lebih Tertata, KONI DIY Perluas Kolaborasi dengan Berbagai Mitra

"Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Rasulan yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan rangkaian acara diawali dengan kirab budaya dari Balai Kalurahan Wiladeg menuju Umbul Banteng. Diawali dengan kirab dari Balai Kalurahan Wiladeg menuju Umbul Banteng, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian tari tradisional dan reog asli Gunungkidul.

Menurut Budi, kirab diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat kalurahan hingga masyarakat umum. Selain itu, peserta kirab juga membawa berbagai ubo rampe dan hasil bumi sebagai simbol kemakmuran serta ungkapan syukur masyarakat Wiladeg.

Baca Juga: Cedera Pangkas Kiprah Anton Fase, PSIM Jogja Resmi Akhiri Kontrak Kerja Sama

"Mereka membawa berbagai perlengkapan upacara adat, seperti tumpeng nasi suci, gunungan ketupat, dan hasil bumi," tambahnya.

Budi menuturkan pelaksanaan Upacara Bersih Umbul Banteng juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. "Acara ini turut dihadiri oleh pemerintah daerah, Dinas Kebudayaan, hingga unsur Kapanewon Karangmojo," ungkapnya. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
#umbul banteng #rasulan #Gunungkidul #warisan budaya tak benda #reog