KEBUMEN - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memberikan apresiasi atas kiprah Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Kebumen dalam menjaga warisan budaya.
Di usianya yang beranjak ke enam tahun, Pakasa Kebumen dinilai telah banyak berkontribusi terkait pengenalan nilai budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Perwakilan Keraton Surakarta K.P. Siswanto Diningrat menyampaikan, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggungjawab keraton, tetapi juga seluruh elemen yang memiliki kepedulian atas keberlangsungan tradisi leluhur.
Khusus di Kebumen dia melihat telah menunjukkan komitmen dalam pelestarian warisan budaya. "Walaupun jaraknya jauh dari keraton. Kami sangat mengapresiasi upaya teman-teman di Kebumen," ucapnya saat hadir pada peringatan ulang tahun Pakasa Kebumen di Kampus Politeknik Piksi Ganesha, Senin (22/6).
Dia menerangkan, Pakasa dibentuk pada tahun 1931 pada era Pakubuwono X. Dalam perjalanannya, Pakasa menjamur di berbagai daerah, termasuk di Kebumen yang kemudian dijadikan ruang pelestarian budaya Jawa yang bersumber dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Diharapkan kehadiran kawula keraton ini dapat membendung arus modernisasi yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
Disebutkan, Pakasa per hari ini telah memiliki cabang sedikitnya di 20 kabupaten/kota. Masing-masing berjalan aktif, tidak lain untuk mengenalkan budaya Jawa yang selama ini dijaga keluarga Keraton Surakarta Hadiningrat.
"Kami berusaha bagaimana budaya terus berkembang. Dari mancanegara saja datang, mereka belajar budaya kita yang Adiluhung," katanya.
Pertemuan itu tampak dihadiri sejumlah tokoh sekaligus pegiat seni dan budaya di Kebumen. Antara lain tokoh pedalangan, Suman Sri Husodo. Selain itu jajaran pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) serta Dewan Kesenian Kebumen. Dalam kesempatan ini Keraton Surakarta juga memberikan gelar kehormatan kepada dua tokoh yang selama ini dinilai telah berjuang dalam menjaga warisan budaya.
Pembina Pakasa Kebumen K.R.A.T Saiful Rumekso Adinagoro menyatakan, selama ini pakasa selalu aktif dalam berbagai kegiatan yang mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal.
Baca Juga: Kejari Sleman Dalami Penyelewengan Dana Kalurahan Bangunkerto
Melalui bimbingan langsung dari pihak keraton, dia bersama rekan lain berharap pelestarian tradisi dan budaya akan terus berkembang untuk memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Dia menegaskan, budaya yang selama ini dikenal bukan sekadar sebagai tontonan, namun juga memiliki nilai tuntutan atau pembentukan karakter.
"Kami agak nekat melaksanakan di kampus. Supaya mahasiswa ini juga mengerti sejarah dan budaya," jelasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo