KEBUMEN - Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah meminta agar kesenian jamjaneng dapat masuk ke lembaga pendidikan formal. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk ikhtiar agar kesenian jamjaneng sebagai kesenian khas Kebumen tak hilang ditelan zaman.
Bagi Zaeni, jamjaneng merupakan salah satu entitas kesenian Kebumen yang perlu dijaga. Caranya melalui pengenalan kepada generasi muda sejak dini. Dia pun mendorong agar sekolah di Kebumen membuka diri dengan kesenian tersebut. "Keahlian poro sepuh soal jamjaneng harus dilanjutkan. Kesenian lokal ini perlu masuk ke sekolah formal," tegasnya saat membuka Festival Jamjaneng di Auditorium IAINU Kebumen Sabtu (20/6).
Menurutnya, sekolah punya peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah. Melalui upaya pengenalan jamjaneng di lingkungan sekolah, dia berharap siswa dapat lebih memahami seni sekaligus nilai yang terkandung di dalamnya. Dia khawatir kesenian jamjaneng perlahan akan hilang tergerus modernisasi akibat kekurangan generasi penerus. "Pegiat sebagian besar sudah sepuh, anak muda jarang melirik. Kita harus ikut bertanggung jawab atas kesenian adiluhung ini," katanya.
Baca Juga: Nekat Terobos Palang Pintu, Tiga Pemotor di Kebumen Tewas Tertemper KA Taksaka
Mininnya regenerasi pelaku kesenian tersebut dinilai menjadi persoalan yang perlu disikapi bersama. Apalagi sekarang minat generasi muda terhadap kesenian tradisional terus menurun. Zaeni yakin lewat pendekatan pendidikan, jamjaneng akan tetap lestari dan memiliki ruang di hati masyarakat.
Menurut Zaeni, jamjaneng tidak lepas dari sosok ulama Kiai Zamzani atau Jamjani. Kini, kesenian tradisional tersebut masih tumbuh subur di Kebumen. Bahkan, di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan memiliki sedikitnya 14 grup yang tercatat masih bertahan.
Kesenian ini, lanjutnya, ditampilkan dengan instrumen musik pukul sebagai sarana dakwah Islam. Dalam kehidupan masyarakat kesenian ini kerap muncul dalam berbagai hari besar keagamaan. "Sudah saya sampaikan ke teman budayawan, bahwa jamjaneng harus menjadi kesenian endemik, trademark Kebumen," ungkapnya.
Baca Juga: Bukayo Saka Terus Berjuang untuk Fit Jelang Inggris Lawan Ghana di Piala Dunia 2026
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Zaki Mubarok mengaku sepakat dengan keseriusan wakil bupati untuk melestarikan jamjaneng lewat institusi pendidikan. Dia menegaskan, kesenian jamjaneng tidak keluar dari ajaran Ahlusunah Waljamaah karena berisi pujian kepada nabi. Selain media dakwah, kesenian tersebut juga sebagai ruang untuk mempererat kerukuranan antar warga. "Saya berharap dengan festival ini bisa menarik kembali keinginan generasi muda," ujarnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita