Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringatan Hari Kartini di Kapanewon Patuk dengan Sosialisasi Paugeran Busana Jawa

Yusuf Bastiar • Jumat, 24 April 2026 | 04:05 WIB
Salah satu peserta lomba sedang memperagakan tata cara pemakaian busaa adat Gagrak Jogjakarta.

 
Salah satu peserta lomba sedang memperagakan tata cara pemakaian busaa adat Gagrak Jogjakarta.  

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Kapanewon Patuk memilih cara berbeda dalam mengenalkan budaya Jawa kepada warga. Melalui lomba busana adat, pemerintah kapanewon menjadikan peringatan Hari Kartini sebagai momentum edukasi tentang tata cara mengenakan busana gagrak Jogjakarta yang sesuai pakem.

Audisi busana adat yang digelar di aula Kapanewon Patuk itu diikuti perwakilan dari 11 kalurahan. Masing-masing mengirimkan satu pasangan peserta pria dan wanita dengan mengenakan busana adat Jawa lengkap. Panewu Patuk Baryono mengatakan, lomba tersebut bukan semata ajang adu penampilan.

Lebih dari itu, ia merancang rancang perhelatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai aturan atau paugeran pemakaian busana tradisional yang selama ini belum banyak dipahami.

Baca Juga: Perkuat Kolaborasi, Jateng-Aceh Teken Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp1,06 Triliun 

 “Busana adat Jawa gagrak Jogjakarta sering dipakai dalam berbagai acara. Tetapi yang benar-benar paham tata cara pemakaiannya masih terbatas,” ujarnya saat ditemui di Balai Kapanewon Patuk, Kamis (23/4).

Menurut dia, selain menjadi juri, Dewan Budaya Kapanewon Patuk juga bertugas memberi penjelasan langsung kepada peserta mengenai detail penggunaan busana adat, mulai kelengkapan atribut hingga tata cara pemakaian yang benar.

 Panewu mengaku, ia tak bertujuan mencari juara, melainkan, kata dia, agar masyarakat tahu dan paham cara memakai busana kejawen yang benar, baik jangkep maupun gagraknya. Ia menambahkan, lomba itu sebenarnya bagian dari agenda rutin bulanan PKK.

Baca Juga: Jelang May Day, Polresta Magelang Gelar Simulasi Penanganan Unjuk Rasa di DPRD Magelang

 Namun, sambungnya, karena bertepatan dengan Hari Kartini, acara dikemas lebih menarik dan bernilai edukatif. “Jadi memang agenda rutin PKK, tetapi karena momen Hari Kartini kami isi dengan kegiatan yang lebih bermakna,” tambahnya.

Salah seorang warga Patuk Oktaviani Indriana mengaku, mendapatkan wawasan baru dari lomba tersebut. Selama ini, dirinya mengenakan busana Jawa hanya sebatas kebutuhan acara tanpa memahami aturan yang ada.

“Biasanya tinggal pakai saja. Ternyata ada pakemnya dan detailnya banyak. Dengan lomba seperti ini jadi belajar terasa ringan dan tidak kaku,” jelasnya. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#gagarak jogjakarta #Kapanewon Patuk #Gunungkidul #paugeran #hari kartini