MUNGKID - Sekelompok seniman yang tergabung dalam Echo Project menggelar pameran seni rupa bertajuk Project #1: Describing Personality di Limanjawi Art House, Borobudur.
Pameran yang berlangsung mulai 5 Februari hingga 5 Maret 2025 ini, menjadi penanda awal perjalanan Echo Project sebagai kolektif seni yang menempatkan karakter personal seniman sebagai pusat gagasan.
Pameran ini menghadirkan karya-karya dari lima seniman, yakni Abdi Setiawan, Awang Darmawan, Heru Priyono, Heru Widodo, serta mendiang Zulfa Hendra.
Total sebanyak 32 karya dipamerkan, yang terdiri dari berbagai medium dan pendekatan. Mulai dari lukisan hingga patung, yang merepresentasikan gaya dan cara pandang masing-masing seniman.
Perwakilan seniman, Abdi Setiawan menjelaskan, pameran ini berangkat dari proses diskusi yang cukup panjang antarseniman. Pemilihan Limanjawi Art House sebagai lokasi pameran juga bukan tanpa alasan. Selain karena letaknya yang strategis dan dekat dengan kawasan Borobudur.
Kehadiran Echo Project ini juga dimaksudkan untuk memberi warna baru, dengan menghadirkan seniman dari latar daerah yang beragam.
"Biar pameran di sini makin komplet, tidak hanya dari Magelang saja. Kami campur, mix, supaya saling menguatkan," katanya, Kamis (5/2).
Tema Describing Personality sendiri sengaja dipilih dengan pendekatan yang terbuka. Menurut Abdi, tema ini tidak mengikat secara tematik, melainkan memberi ruang bagi setiap seniman untuk menampilkan identitas dan karakter khas mereka secara jujur dan personal.
Kurator pameran, Aa Nurjaman menyebut, pameran ini merupakan proyek pertama yang sengaja dirancang sebagai pintu pembuka bagi Echo Project. Dia menilai, dalam perkembangan seni rupa mutakhir, kecenderungan karya yang terlihat seragam semakin kuat, sehingga identitas personal seniman kerap kabur.
Baca Juga: Simulasi Embarkasi Haji Kulon Progo Tahap Dua Digelar, Kesiapan 80 Persen: Alur bagi Jemaah Rentan Jadi Catatan
Di pameran ini, lanjut dia, diusahakan untuk benar-benar individual. Setiap seniman punya ciri khas yang bisa dilihat dari karya-karyanya. "Baik dari cara berpikir, konsep, maupun cara mengungkapkannya," ujar Aa.
Menurutnya, Describing Personality dapat dimaknai sebagai semacam 'kula nuwun' Echo Project kepada publik seni. Pameran ini menjadi perkenalan awal, sekaligus fondasi untuk proyek-proyek lanjutan yang direncanakan ke depan.
Baca Juga: Efek Domino di Simpang Tape Ketan Muntilan, Tabrakan Beruntun Tiga Truk gegara Sopir Mengantuk
Pemilik Limanjawi Art House, Umar Chusaeni menambahkan, pameran ini sebagai peristiwa kebudayaan yang penting bagi Borobudur. Di pameran tersebut, Umar menyoroti karya Abdi Setiawan yang menggunakan media arang dari sisa-sisa material patung sebagai salah satu daya tarik pameran.
Pendekatan daur ulang tersebut dinilai menunjukkan kreativitas sekaligus refleksi proses panjang dalam praktik seni rupa kontemporer.(aya/pra)
Editor : Heru Pratomo