Hari Isra Mikraj menandai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (isra) dilanjut perjalanan dari Masjidil Aqsa ke sidratul muntaha atau langit ketujuh (mikraj) yang dilakukan hanya dalam semalam saja.
Kisah ini menjadi sangat penting karena dari peristiwa tersebut, umat islam diberi perintah untuk menunaikan ibadah salat lima waktu dalam sehari.
Hal yang paling terkenal adalah kendaraan yang ditunggangi oleh Nabi Muhammad SAW untuk perjalanan isra mikrajnya.
Memiliki kecepatan yang tiada bandingannya, burak menjadi kendaraan yang mampu menempuh jarak sangat jauh dalam waktu singkat seperti kilat.
Burak inilah yang menjadi inspirasi nama tradisi Keraton Yogyakarta dalam memperingati Isra Mikraj.
Hari Isra Mikraj selalu ditetapkan satu tahun sekali pada 27 Rajab tahun Hijriyah yang jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Meskipun begitu, dilansir dari media sosial resmi. Keraton Yogyakarta akan mengadakan Yasa Peksi Burak pada Kamis, 15 Januari 2026.
Yasa berarti membuat atau mengadakan. Peksi berarti burung dan burak adalah makhluk yang menjadi kendaraan nabi dalam perjalanan isra mikraj.
Hajad Dalem ini dimulai dengan membuat peksi burak menggunakan buah dan kulit jeruk bali yang dibentuk menyerupai burung.
Peksi Burak dibuat oleh kerabat dekat sultan dan para Abdi Dalem wanita dari pagi hingga menjelang salat dhuhur dan dilakukan secara tertutup.
Selepas asar, Peksi burak akan diarak menuju Masjid Gede. Masyarakat dapat melihat arak-arakan karena dilakukan secara terbuka.
Malamnya akan diadakan pembacaan riwayat Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Gede pada pukul 19.30 sampai selesai selepas salat Isya. Setelah rangkaian acara selesai, Abdi Dalem Pengulon akan membagikan buah-buahan dari rangkaian Peksi Burak kepada masyarakat yang hadir.
Baca Juga: Dituding Melakukan Aktivitas Terorisme, ICE Amerika Serikat Tembak Mati Seorang Wanita
Tradisi ini menjadi ucapan syukur dari perjalanan Isra Mikraj dan perintah untuk salat lima waktu kepada umat muslim.
Penulis: Hanifah Fajri Nurhikmah
Editor : Bahana.