BANTUL - Frogs Indonesia bersama Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta menunjukkan teknologi dan seni dapat saling berhubungan.
Kolaborasi keduanya menghadirkan sentuhan budaya Nusantara pada drone pertanian Sekar Agri, sebagai upaya memperkuat identitas lokal dalam inovasi teknologi masa kini.
"Kerja sama ini diresmikan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/10)," jelas CEO Frogs Indonesia Adhitya Chandra Minggu (2/11).
Kerja sama tersebut direalisasikan melalui proyek kreatif bertajuk Art on Drone. Proyek ini menegaskan, teknologi dan seni dapat saling melengkapi. Nilai-nilai estetika budaya Nusantara diwujudkan dalam bentuk visual yang dilukiskan pada top cover drone pertanian Sekar Agri milik Frogs Indonesia.
Melalui proyek ini, dua mahasiswa Seni Murni ISI Jogjakarta, Sintia Nurul Oktania dan Cruz Kyrie Pamangin, melukis langsung di atas top cover drone pertanian Sekar Agri, produk Frogs Indonesia yang digunakan pada sektor pertanian modern.
“Karya tersebut dipamerkan dalam gelaran Indonesia Drone Expo (IDE) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta 28 sampai 30 Oktober,” katanya.
Setiap visual yang dituangkan membawa makna dan filosofi budaya Indonesia, sekaligus menegaskan teknologi dapat menjadi medium ekspresi artistik.
Ia menyebut, inisiatif ini merupakan upaya memperkuat identitas budaya dalam perkembangan teknologi. Melalui kolaborasi ini, Frogs Indonesia ingin menunjukkan inovasi bukan hanya soal efisiensi dan produktivitas, melainkan juga tentang karakter dan jati diri bangsa.
“Teknologi dan seni sama-sama lahir dari kreativitas manusia. Melalui Art on Drone, kami ingin menghadirkan teknologi yang berjiwa budaya,” ujarnya.
Ketua Jurusan Seni Murni ISI Jogjakarta Satrio Hari Wicaksono menilai, kolaborasi ini membuka ruang baru bagi mahasiswa untuk berkarya sekaligus memahami relevansi seni dalam industri.
“Seni merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kolaborasi ini menjadi bentuk eksplorasi unsur lokal dalam produk teknologi,” katanya.
Pihaknya berharap, kolaborasi ini mampu mendorong masyarakat menyadari inovasi dan budaya bisa tumbuh bersama. Dengan demikian, dapat tercipta karya yang tidak hanya unggul dari sisi fungsi, tetapi juga kaya akan nilai, makna, dan jati diri bangsa. (cin)
Editor : Heru Pratomo