KEBUMEN - Dewan Kesenian Kebumen melakukan studi komparasi ke Jogja, Minggu (14/9) siang. Kegiatan ini berlangsung untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat pengembangan karya seniman di Kebumen.
Dipilihnya Jogja untuk lokasi tujuan karena kota ini dikenal sebagai pusat kebudayaan dengan ekosistem seni yang terus hidup dan berkembang.
Adapun studi komparasi ini terlaksana atas fasilitas dan dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kebumen. "Intinya kami ingin sinau ke orang-orang di Jogja, Ngangsu Kawruh," ucap Sekretaris Dewan Kesenian Kebumen Agung Prasetyo kepada Radar Jogja.
Baca Juga: Rekor Tak Terkalahkan PSIM Jogja Kandas di SSA, usai Ditumbangkan Borneo FC 1-3
Titik kunjungan pertama, rombongan singgah ke ruang seni, tepatnya di gedung Jogja Gallery. Di sana mereka menyaksikan langsung pameran karya seni bertajuk Baur Wadon. Selain itu juga dibuka sesi diskusi dengan tajuk pembahasan mengenai pengelolaan komunitas seni, strategi pelestarian budaya lokal hingga pemanfaatan karya seni sebagai modal daya tarik pariwisata.
Puncaknya, rombongan belajar langsung dengan seniman Jogja lewat pertunjukan drama musikal Roro Jonggrang di Purawisata, Jogja. Dalam kunjungan ini Dewan Kesenian Kebumen melibatkan 30 anggota yang terdiri dari berbagai divisi. "Muaranya nanti sendra tari atau apapun bentuk pertunjukan bisa menular sampai Kebumen," kata Agung.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disparbud Kebumen Istiyadi menyampaikan, studi komparasi bertujuan sebagai ruang belajar bagi seniman Kebumen agar lebih kreatif dan produktif.
Dia yakin jika kesenian digarap dengan baik, maka akan menjadi kekuatan tersendiri di Kebumen. "Memang dewan kesenian sengaja kami ajak, supaya mereka paham di pusatnya kesenian," ucapnya.
Istiyadi mengatakan, dewan kesenian punya tugas dan tanggungjawab cukup berat dalam konteks pelestarian seni dan budaya di Kebumen. Oleh karena itu butuh strategi khusus agar masyarakat, utamanya kalangan generasi muda tidak melupakan seni tradisi.
Dia juga mendorong Dewan Kesenian Kebumen mampu menciptakan sendra tari yang khusus menonjolkan potensi Kebumen. "Kami minta tidak hanya berpaku tradisi, tapi harus perlu dikemas lebih modern. Tujuannya disukai segala kalangan usia," bebernya. (fid)
Editor : Heru Pratomo