Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Rambanan Festival Kegiatan Unik di Kalurahan Purwosari mulai dari Lomba Ngarit hingga Fashion Show Kambing

Anom Bagaskoro • Senin, 8 September 2025 | 01:20 WIB

ANTUSIAS: Peserta menyajikan hasil ngarit dihadapan dewan juri untuk penilian.
ANTUSIAS: Peserta menyajikan hasil ngarit dihadapan dewan juri untuk penilian.
Bukan hanya manusia saja yang bisa berlanggak-lenggok di atas catwalk. Bak seperti pragawati, kambing etawa di Kalurahan Purwosari Kapanewon Girimulyo juga mengikuti fashion show.

Hal ini dapat dilihat pada Rambanan Festival, Sabtu (6/9).

ANOM BAGASKORO, Kulon Progo

Kegiatan rutin bernama Rambanan Festival kembali hadir di Kalurahan Purwosari. Lebih meriah dari tahun kemarin, festival ini dikuti ratusan peserta.

Dimulai dari lomba kambing etawa, dan dilanjutkan lomba lainnya dengan tema serupa.

Salah satu lomba yang paling menarik adalah lomba fashion show kambing. Sama seperti namanya, fashion show kambing memberikan ruang untuk hewan ternak berlenggak lenggok bak model.

Tentu, keunikan dari lomba ini berupa penggunaan pakaian yang dikenakan kambing etawa.

Pemilik kambing diperbolehkan mengenakan baju khusus ke hewan ternaknya. Semakin unik pakaian yang dikenakan hewan ternak, semakin tinggi pula nilai yang diberikan juri.

Tak jarang, pemilik hewan juga mengenakan pakaian unik yang serasi dengan kambing yang ditampilkan.

Lomba fashion show mengarahkan pemilik dan hewan ternak untuk berjalan di atas panggung. Saat itulah, penilaian juri dilakukan. Mulai dari cara berjalan, kejinakan hewan, hingga pakaian unik yang dikenakan.

Keseruan Rambanan Festival berlanjut pada lomba ngarit atau mencari pakan kambing. Bukan sembarang rumput atau pakan ternak yang dicari dalam lomba ini, melainkan pakan ternak kambing etawa aatu sering disebut ramban.

Lomba ini cukup seru, pasalnya peserta akan diberi waktu 15 menit mencari pakan ternak di lahan seluas satu hektare.

Mereka akan berlomba mencari pakan terbaik dan terbanyak untuk kambing etawa. Setelah selesai, hasil akan ditimbang dan dinilaim penilaian melibatkan pakar ternak untuk menghitung kadar gizi ramban setiap peserta.

Festival yang dilaksanakan setiap tahun ini, memang dikonsep sebagai sarana mengenalkan potensi desa. Paniradya Kaistimewaan Aris Eko Nugroho menyampaikan, kegiatan tersebut didukung Dana Keistimewaan.

Alasan mengadakan kegiatan itu digunakan sebagai sarana mengenalkan komoditas wisata sekaligus potensi desa. Lantaran, kalurahannya terkenal sebagai penghasil kambing etawa.

"Kalurahan Purwosari memang terkenal sebagai penghasil kambing, bukan hanya mengenalkan potensi desa tapi juga melestarikan budaya," ucap Aris, saat mengunjungi festival, Sabtu (6/9).

Aris menyampaikan, festival tak hanya mengangkat potensi kalurahan. Melainkan juga mengusung identitas budaya di dalamnya.

Lantaran, bukan hanya fashion show adar rangkaian kegiatan budaya lokal yang dilestarikan di dalam festival.

Sementara itu, peserta fashion wedhus Edi Sulis mengaku kerap mengikuti festival ramban.

Tahun lalu, dirinya mengusung tema dolalak pada fashion wedhus. Di tahun ini, Edi dan anakan kambingnya menggunakan setelan daster.

"Ini modal nekat menggunakan daster, rencannya anak saya yang tampil tapi tidak jadi," ucapnya.

Sebagai peternak, Edi mengapresiasi lomba fashion wedhus.

Buka hanya sekedar ajang hiburan, lomba juga mengenalkan ternak-ternak unggulan milik warga. Tentu dampak positifnya berupa peningkatan penjualan. (gas)

Editor : Bahana.
#Rambanan Festival #Paniradya Pati Kaistimewaan #Danais #Kulon Progo #Kambing Etawa #Purwosari #fashion show #Aris Eko Nugroho