Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

138 Karya Visual Ramaikan Ajang Bertajuk Mampir Gelanggang di GIK UGM, Berkonsep Empat Babak Kehidupan Mahasiswa

Fahmi Fahriza • Sabtu, 6 September 2025 | 20:16 WIB
Pameran yang saat ini sedang berlangsung di GIK UGM.
Pameran yang saat ini sedang berlangsung di GIK UGM.

 

 

JOGJA - Sebanyak 138 karya antologi visual kolaborasi dari 18 seniman dipamerkan dalam ajang Galeri Bulaksumur, yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), hingga 20 September 2025 mendatang.

Pameran bertajuk Memulai dari Titik Singgah ini merupakan hasil kolaborasi antara komunitas Sedekat Imaji Rupa dan GIK UGM.

Acara ini menjadi ruang bagi seniman lintas bidang untuk mengekspresikan gagasan serta menghadirkan karya dengan ragam tema, mulai sosial, eksplorasi personal, hingga kontemporer.

"Di balik sejarah Gelanggang, UGM sudah merintis sejak awal sisi seninya. Itu bisa mengasah segi humanis yang perlu terus dipertahankan," ujar Head of Program Experience GIK Aji Wartono, Sabtu (6/9/2025).

Disebutkan, pameran ini menghadirkan karya dari 18 seniman, antara lain Nasirun, Hendra ‘HeHe’ Harsono, Anton Afganial, Vendy Methodos, Mutiara Riswari, hingga Dhawa Rezkyna.

Semua karya dipamerkan setiap hari pukul 09.00–20.00 WIB dengan tiket masuk Rp 25.000 untuk umum dan Rp 20.000 untuk pelajar atau mahasiswa.

"Banyak acara pendukung yang digelar, seperti diskusi seniman perempuan, pertemuan komunitas literasi seni rupa, sharing session Bring Your Own Vinyl, hingga artist session bersama perupa," ulasnya.

Direktur Utama GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini, dan pameran yang saat ini sedang berlangsung di GIK UGM   
Direktur Utama GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini, dan pameran yang saat ini sedang berlangsung di GIK UGM  

Sementara itu, Managing Director Sedekat Imaji Rupa Arianti Nugrahani memaparkan, Mampir Gelanggang menjadi babak pertama dari empat siklus pameran yang dirancang, yakni Mampir, Rasan-rasan Berkumpul, Pulang, dan Datang.

"Empat babak tersebut merefleksikan siklus kehidupan mahasiswa di Gelanggang UGM," jelasnya.

Ia berujar, babak Mampir menggambarkan mahasiswa sebagai pendatang sementara untuk belajar dan mencari jati diri.

Rasan-rasan Berkumpul mencerminkan aktivitas berdiskusi, lalu Pulang melambangkan kembalinya mahasiswa ke rumah dan dunia kerja.

"Sementara Datang menjadi bentuk pengabdian kembali kepada negeri," jelas Arianti.

Di sisi lain, Direktur Utama GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini menegaskan, bahwa pihaknya ingin menjadikan GIK bukan sekadar ruang inovasi kampus, melainkan juga hub kreatif yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, hingga seni dan industri.

"Itu goals jangka panjang GIK. Jadi student and creativity hub, memfasilitasi banyak kegiatan dan program," paparnya.

Ia membeberkan, sejauh ini, kurang lebih selama satu tahun operasional GIK UGM.

Fokus besarnya masih dalam tahap menyebarkan informasi soal GIK itu sendiri, sembari menjalankan program-program secara reguler.

"Seperti sebelumnya berkolaborasi dengan Artjog, lalu sekarang juga implementasi pameran. Jadi bukan hanya untuk civitas UGM saja," bebernya. (iza)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Seniman #Empat Babak Kehidupan Mahasiswa #Karya Visual #Pameran #gelanggang #Memulai dari Titik Singgah #GIK UGM