Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Aksara Gata Yang Berasal dari Bahasa Sanksekerta, supaya Tak Lupa Tradisi Tulis Lokal

Naila Nihayah • Kamis, 24 Juli 2025 | 00:17 WIB
Pameran Aksara Gata mengajak pengunjung menyelami warisan tulisan leluhur.
Pameran Aksara Gata mengajak pengunjung menyelami warisan tulisan leluhur.




MAGELANG — Di tengah arus modernisasi yang serba digital, upaya merawat identitas budaya bangsa terus dilakukan. Salah satunya melalui Pameran Aksara Gata yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang bekerja sama dengan Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia Komda Jawa Tengah.

Pameran yang berlangsung di Gedung Loka Budaya Sukimin Adiwiratmo ini resmi dibuka mulai 18-24 Juli 2025. Pameran ini hadir sebagai ruang edukatif yang tidak hanya menampilkan keindahan visual aksara kuno Nusantara, tetapi juga membangkitkan kembali kesadaran kolektif tentang pentingnya merawat peninggalan budaya leluhur.

Ketua Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia Komda Jawa Tengah Goenawan Sambodo menyebut, pameran ini mengusung tema Aksara Gata. Pameran tersebut mengajak pengunjung menyelami jejak-jejak sejarah melalui tulisan kuno.
 
Baca Juga: Laskar Mataram Terus Gerilya Perihal Home Base, Terbaru Ajukan SSA Jadi Markas Liga 1, Begini Jawaban Pemkab Bantul

Dia menjelaskan, Aksara Gata berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti aksara atau huruf yang telah berlalu atau pergi. "Melalui pameran ini, kita ingin menghadirkan kembali jejak aksara yang pernah hidup dan berperan dalam peradaban Nusantara," katanya, Selasa (22/7).

Tidak hanya memamerkan berbagai bentuk aksara kuno yang pernah berkembang di wilayah Nusantara, pameran ini juga menghadirkan sesi interaktif berupa pelatihan menulis aksara setiap hari. Kegiatan pelatihan berlangsung pukul 15.00 hingga 17.00.

Pelatihan itu memungkinkan pengunjung, khususnya generasi muda, untuk belajar langsung mengenali dan menulis aksara-aksara leluhur. "Kami ingin pameran ini menjadi ruang belajar aktif, bukan sekadar melihat tapi juga merasakan pengalaman langsung mengenal aksara yang mulai terlupakan," ujar dia.
 
Baca Juga: Profil dan Biodata DJ Bravy yang Siap Menjadi Ayah dari Anak Erika Carlina

Dia menambahkan, pameran Aksara Gata bukan sekadar nostalgia terhadap masa lalu, melainkan upaya membangun kembali hubungan generasi masa kini dengan akar budayanya. Di tengah perkembangan zaman yang kerap melupakan tradisi tulis lokal, pameran ini berusaha menghidupkan kembali memori bangsa tentang kekayaan aksara yang pernah menjadi bagian penting peradaban.

"Harapan kami, generasi muda semakin tertarik mengenali, mempelajari, dan melestarikan aksara-aksara kuno, sehingga identitas budaya kita tidak hilang ditelan zaman," tutur Goenawan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Imam Baihaqi menyebut, pameran ini sebagai langkah nyata dalam menguatkan kesadaran budaya di kalangan masyarakat, khususnya pelajar.
 
Baca Juga: Catat!!! Berikut Jadwal Timnas Indonesia U23 vs Thailand U23 di Babak Semifinal ASEAN U23 Championship

Menurutnya, pameran ini bisa menjadi sumber inspirasi untuk gerakan pelestarian budaya, tidak hanya di Kota Magelang tetapi juga di seluruh Indonesia. "Terutama bagi generasi muda, pameran ini dapat membuka cakrawala mereka tentang kekayaan tradisi tulis bangsa," ungkapnya.

Dia menegaskan, Kota Magelang berkomitmen menjadikan pendidikan budaya sebagai bagian integral dalam pembangunan karakter generasi muda. Melalui pameran seperti ini, nilai-nilai sejarah dan identitas budaya bangsa diperkenalkan secara menarik dan mudah dipahami.

Dengan memadukan elemen edukasi, pelestarian budaya, dan partisipasi publik, pameran Aksara Gata menjadi pengingat bahwa warisan leluhur tidak hanya layak dikenang. Tetapi juga dihidupkan kembali untuk memperkaya kehidupan generasi sekarang dan masa depan. (aya)
 
 
 
Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gata #Magelang #Aksara #Sanksekerta #Pameran #Bahasa