Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Museum BPK RI Magelang Hadirkan Ruang Sastra, Dorong Museum Jadi Pusat Literasi Publik

Naila Nihayah • Jumat, 18 Juli 2025 | 03:02 WIB
Kepala Museum BPK RI saat memberi sambutan sebelum program Bicara Sastra, Bicara Kita dimulai, Rabu malam (16/7).   
Kepala Museum BPK RI saat memberi sambutan sebelum program Bicara Sastra, Bicara Kita dimulai, Rabu malam (16/7).  

 

 

MSGELANG — Museum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Kota Magelang terus memperluas perannya sebagai ruang publik yang dinamis. Tidak hanya menyimpan koleksi sejarah keuangan negara, museum ini kini menjadi ruang hidup bagi dunia literasi lewat program Bicara Sastra, Bicara Kita.

 

Kepala Museum BPK RI Supriono mengatakan, program ini menjadi satu upaya memperkenalkan museum kepada masyarakat sekaligus menghidupkan ruang apresiasi sastra Indonesia. Khususnya bagi generasi muda untuk mengenal museum sebagai ruang belajar yang interaktif.

 Baca Juga: Beras untuk Bansos Kategori Medium, Sebanyak 7.930 Keluarga di Magelang Terima 20 Kilogram Beras

"Keberadaan kami di Magelang terbuka untuk siapa saja, museum bukan hanya tempat penyimpanan sejarah tetapi juga tempat berdiskusi, belajar, dan berkreasi," ujar Supriono, Rabu malam (16/7).

 

Melalui program Bicara Sastra, Bicara Kita, Museum BPK RI ingin membuktikan bahwa museum dapat menjadi ruang inklusif. Sekaligus mendorong komunitas-komunitas sastra dan budaya untuk berkolaborasi dan mengekspresikan diri.

 

"Kami ingin masyarakat tahu bahwa museum BPK RI ini hadir sebagai bagian dari lembaga negara yang terbuka, ramah, dan siap menjadi tempat diskusi publik. Ruang museum adalah ruang bersama," katanya.

 Baca Juga: Lebih Dekat dengan Muhammad Mahlin, dari LSM hingga Anggota DPRD Flores Timur,  Pulang ke Jogja, Ingin Gelar Reuni dengan Aktivis Pascareformasi

Dia menjelaskan, strategi menghadirkan kegiatan seni budaya merupakan salah satu cara efektif untuk memperkenalkan museum kepada khalayak lebih luas. Terutama generasi muda yang selama ini lebih akrab dengan ruang digital.

 

Menurutnya, cara menggaet pengunjung tidak harus hanya dengan pameran koleksi. Tapi juga lewat kegiatan kreatif seperti sastra, diskusi, atau komunitas budaya, supaya masyarakat lebih tertarik mengenal sejarah dari perspektif yang segar.

 

Untuk diketahui, Museum BPK RI beroperasi setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00. Selain membuka kolaborasi dengan komunitas seni budaya, museum juga tengah menjajaki kerja sama dengan Pemkot Magelang sebagai salah satu destinasi edukasi kota.

 Baca Juga: Polres Gunungkidul Gelar Razia Gaktiblin, AKP Darmadi Pimpin Langsung Penertiban Disiplin Anggota

Saat ini, Museum BPK RI mencatat rata-rata kunjungan 100 orang per hari, dengan lonjakan kunjungan terjadi saat ada program edukasi dari sekolah-sekolah. "Biasanya ramai saat anak-anak sekolah mengadakan kegiatan belajar di luar kelas, museum jadi sarana belajar sejarah yang menarik," paparnya.

 

Dengan menghadirkan program-program kreatif seperti Bicara Sastra, Bicara Kita, Museum BPK RI terus bertransformasi menjadi ruang hidup bagi pendidikan literasi, sejarah, dan budaya. Harapannya, museum bukan hanya menjadi tempat menyimpan masa lalu, tetapi juga ruang publik yang relevan dan hidup di masa kini. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#Magelang #Pusat Literasi #pemkot #sastra #museum BPK RI #bicara #ruang #ruang publik