gelaran karya seni tersebut menyediakan ruang rupa untuk anak-anak.
Salah satunya seniman cilik Gretta Olla Desfella Rama asal Tambakromo Kapanewon Ponjong turut berpartisipasi.
Sebagai seniman undangan, Gretta membawa dua karyanya untuk dipamerkan.
Dari puluhan karya anak-anak, Greta seorang yang menggunakan keramik sebagai media lukis.
“Saya tertarik dengan keramik,” ujar Gretta Kamis, 29/5/2025.
Saat ditemui di ruang pameran, Gretta menunjukkan dua karyanya yang berjudul Perempuan dan Memandang Prahu Pulang.
Dua karya ini merupakan letupan imajinasi Gretta saat diajak turut serta dalam pameran “Kabar Dari Laut”.
Seniman cilik ini mengaku awalnya dia mencari sendiri referensi lukisan di internet.
Setelah melihat-lihat berbagai gambar, akhirnya Gretta menggambar seorang perempuan yang memandangi lautan.
Sebagai seorang bocah, Gretta seringkali memandangi lautan ketika berkunjung ke pantai. Karya inilah yang diberi judul Perempuan oleh Gretta.
“Saya mencari lukisan yang cocok buat di lukis di keramik yang saya bisa,” ujar seniman cilik itu.
Kemudian, masih menggunakan keramik sebagai media lukis, Gretta juga menceritakan bagaimana prosesnya menggambar Memandang Prahu Pulang.
Menurutnya, karya ini tercipta secara alami berdasarkan imajinasinya.
Gretta kembali mengingat, waktu itu dirinya mencoba berimajinasi tentang lautan.
Akhirnya Gretta kepikiran hendak menggambar langit berwarna merah.
Lebih lanjut, Gretta menambahi goresan yang membentuk gelombang laut, kapal, dan seorang bocah perempuan yang duduk di atas karang melihat kapal di atas laut.
“Proses ini menggambarkan imajinasi saya,” tutur Gretta.
Seniman cilik ini ternyata masih duduk di bangku kelas empat Sekolah Dasar.
Di umurnya yang sudah 10 tahun ini Gretta terus produktif berkarya.
Dibandingkan dengan kanvas atau kertas, Gretta lebih suka menggambar di atas keramik.
Sebab, menurutnya menggambar di keramik memudahkan dirinya menggradasi warna.
Prosen ini merupakan proses pencarian yang dilakukan Gretta seorang diri.
“Lebih enak daripada di kertas atau kanvas,” ujarnya.
Ibunda Gretta, Wiji Astuti mengaku sudah mengetahui kegemaran anaknya sejak usia Gretta baru dua tahun.
Saat itu, Wiji kerap melihat Greta menggambar lebah di atas kertas.
Hari bertambah hari, ketika Gretta mendapat tugas menggambar di sekolah PAUD, gadis ini punya inisiatif menggambar di atas keramik.
Bahkan, ketika pulang sekolah Wiji menanyakan apa yang Gretta bawa.
Ketika ditanya, Gretta menjawab dirinya baru saja mencari potongan keramik. Kemudian, keramik itu Gretta bersihkan dan dijadikan media untuk menggambar.
“Waktu itu saya tanya, terus Gretta bilang ‘saya mau menggambar di keramik’,” ujar Wiji. (cr1)
Editor : Bahana.