Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini dia Motif Batik Gunungan Pare Anom, Digadang-gadang Gantikan Motif Geblek Renteng Kulon Progo: Filosofi Kepemimpinan dan Kemakmuran

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 7 Maret 2025 | 23:26 WIB
Motif Gunungan dan Geblek Renteng.
Motif Gunungan dan Geblek Renteng.

RADAR JOGJA - Motif Batik Gunungan Pare Anom, digadang-gadang bakal menggantikan motif khas Kulon Progo.

Ya, motif batik Geblek Renteng yang mulai ditarik dan dilucuti peredarannya dari Kulon Progo ini dikabarkan akan diganti Motif Batik Gunungan Pare Anom dari Yogyakarta.

Bukan tanpa sebab, terdapat tendensi khusus penggunaan simbol angka 8 yang dalam bahasa sansekerta menyiratkan asta atau hasta.

Simbol itu erat kaitannya dengan sosok bupati sebelumnya, kepemimpinan Hasto Wardoyo.

Lalu bagaimana makna di balik motif batik Gunungan Pare Anom gagrag Ngayogyakarta Hadiningrat? yuk simak!

Mengenal Motif Batik Gunungan Pare Anom

Batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi juga menyimpan nilai filosofis dan identitas budaya yang kuat.

Salah satu motif batik khas yang sering dikenakan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Yogyakarta adalah Gunungan Pare Anom.

Motif ini bukan hanya sekadar seragam, tetapi juga memiliki sejarah panjang dan makna mendalam yang merepresentasikan kearifan lokal.


Asal Usul dan Sejarah Motif Gunungan Pare Anom


Motif Gunungan Pare Anom berasal dari tradisi batik khas Yogyakarta yang sarat dengan simbol-simbol filosofi Jawa.

"Gunungan" dalam motif ini terinspirasi dari bentuk wayang kulit yang melambangkan kehidupan dan perjalanan manusia menuju kesempurnaan.

Sementara itu, "Pare Anom" merujuk pada tanaman padi muda yang melambangkan kesuburan, kemakmuran, serta harapan baru.


Motif ini diperkirakan mulai berkembang pada masa Kesultanan Yogyakarta dan sering dikaitkan dengan ajaran kepemimpinan Jawa yang mengutamakan kesejahteraan rakyat.

Batik ini menjadi simbol kemakmuran, pertumbuhan, serta tanggung jawab pemimpin dalam melindungi dan menyejahterakan masyarakatnya.


Makna Filosofis Gunungan Pare Anom


Motif Gunungan Pare Anom memadukan unsur gunung dan padi muda, yang memiliki makna filosofis mendalam:


1. Gunungan melambangkan perjalanan hidup, keteguhan, dan tanggung jawab seorang pemimpin dalam menjalankan amanahnya.


2. Pare Anom (padi muda) menggambarkan harapan, kesejahteraan, serta pertumbuhan yang berkelanjutan.


3. Kombinasi kedua unsur ini menegaskan nilai-nilai kepemimpinan yang harus selalu mengutamakan kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan kehidupan.


Motif Gunungan Pare Anom resmi digunakan sebagai seragam batik bagi PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pemilihannya tidak lepas dari makna filosofisnya yang mencerminkan nilai-nilai pengabdian, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyejahterakan masyarakat.


Batik ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya serta memperkuat identitas Yogyakarta sebagai daerah yang menjunjung tinggi tradisi dan kearifan lokal.

Dengan mengenakan motif ini, para PNS diharapkan selalu mengingat tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara yang bekerja demi kemakmuran rakyat.

Penggunaan motif Gunungan Pare Anom oleh PNS Yogyakarta tidak hanya sebatas kebijakan administratif, tetapi juga menjadi simbol filosofi kepemimpinan Jawa.

Kain batik ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kepemimpinan, kemakmuran, dan kelestarian budaya.

Sebagai salah satu warisan budaya yang terus dilestarikan, Gunungan Pare Anom bukan hanya sekadar motif batik, tetapi juga identitas yang mencerminkan nilai luhur Yogyakarta: keteguhan, kesejahteraan, dan pengabdian. (Adam Jourdi Alfayed)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#hasto wardoyo #Kulon Progo #Motif Batik Gunungan Pare Anom #Gunungan Pare Anom #Batik #Motif #Kemakmuran #Filosofi Kepemimpinan #Geblek Renteng