MUNGKID - Sanggar Kinnara Kinnari menggelar workshop bertajuk Spirit of Borobudur. Ada sederet kegiatan yang digelar mulai 9 Januari hingga 15 Februari 2025. Seperti workshop tari, workshop aksesori pertunjukan, hingga jelajah Borobudur. Tujuannya untuk melestarikan seni sekaligus mengenalkan relief candi.
Pendiri Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur Eko Sunyoto mengutarakan, Spirit of Borobudur menjadi upaya untuk memberi ruang dialog dan berbagi ilmu pengetahuan. Terutama bagi seniman atau pelaku seni budaya, anak, hingga kawula muda.
Dengan begitu, mereka akan lebih mengenal aktualisasi dan ruang ekspresi di kawasan Borobudur secara berkelanjutan. "Seluruh kegiatan yang diselenggarakan pada Spirit of Borobudur bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik, sosial, dan pengetahuan," jelasnya, Kamis (9/1).
Harapannya, kegiatan Spirit of Borobudur dapat menciptakan karya seni tari berbasis nilai budaya yang ada di relief Candi Borobudur. Selain itu, sederet kegiatan yang ada juga diharapkan dapat menghasilkan dokumentasi yang menjadi rekam jejak seni budaya di Kawasan Borobudur.
Menariknya, lanjut dia, para peserta akan mendapatkan jaringan kerja sebagai upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kekayaan seni budaya yang ada di kawasan Borobudur. Terlebih, ada kegiatan workshop tari dan aksesori pertunjukan yang dapat menunjang kompetensi peserta.
Eko mengutarakan, workshop tari dan aksesori Spirit of Borobudur diikuti 30 peserta yang berasal dari pelajar, disabilitas, serta ibu-ibu dari wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya.
Selain itu, workshop tersebut juga bertujuan untuk mempromosikan sekaligus mengenalkan cerita narasi tentang relief, value, atau nilai aktualisasi melalui tarian. "Adanya workshop ini juga penting untuk mengasah kepekaan dan sekaligus sebagai peluang karir bagi para peserta," kata dia.
Kemudian, ada pula pameran, dialog, hongga pementasan tari di Tourism Information Center (TIC) Borobudur. Tak hanya itu, Spirit of Borobudur juga akan semakin seru dengan kegiatan jelajah dari Candi Pawon hingga Candi Borobudur. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo