KULON PROGO - Dalam rangka memperingati Hari Jadi DPRD Kulon Progo ke-72, anggota dewan mengadakan anjangsana. Sarana ini mampu menarik aspirasi dari masyarakat secara langsung. Salah satunya, aspirasi masyarakat mengenai pembangunan daerah.
Wakil Ketua 2 DPRD Kulon Progo Suharto menyampaikan, anjangsana merupakan agenda rutin menjelang hari jadi. Tujuannya tak sekedar berkunjung, namun juga menyerap aspirasi masyarakat. Walaupun, dalam ketugasan DPRD terdapat masa reses yang sering digunakan untuk menyerap aspirasi.
"Kami mendapat masukan dari masyarakat langsung, terutama dari tokoh budaya dan masyarakat," ucapnya, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (7/1).
Dalam agenda anjangsana ini, anggota DPRD mengunjungi 12 tempat tokoh masyarakat di Kulon Progo. Salah satunya, tokoh kebudayaan Dwi Suyanto yang berkediaman di Kalurahan Pagerharjo Kapanewon Samigaluh. Banyak aspirasi yang didapat dari pria yang merupakan anggota dewan kebudayaan Kulon Progo itu.
Suharto menyampaikan, dalam kunjungannya DPRD mendapatkan masukan. Terutama di bidang kebudayaan yang cukup banyak perlu diperhatikan. Lantaran, sektor kebudayaan merupakan simbol dari keistimewaan DIJ. "Contohnya pelestarian seni ketoprak melalui festival ketoprak yang rutin diadakan tiap tahunnya," ujarnya.
Suharto menyampaikan, masukan dari tokoh kebudayaan cukup spesifik mengarah pada pelaksanaan festival ketoprak. Festival rutin ini, diharapkan dapat kembali ke format awal. Pelaksanaan festival seharusnya dilaksanakan di setiap kapanewon.
Lebih detail, Anggota Dewan Kebudayaan Kulon Progo Dwi Suyanto menjelaskan, festival ketoprak merupak tontonan masyarakat. Seharusnya pelaksanaan festival bukan berada di Taman Budaya Kulon Progo, melainkan harus merata setiap kapanewon. "Tontonan rakyat, sekaligus tuntunan jadi sebaiknya jangan dibuat ekslusif," ujarnya.
Dwi menyampaikan, festival ketoprak yang diadakan di TBK justru menghambat masyarakat di pinggiran Bumi Binangun. Lantaran, faktor jauhnya jarak hingga tak adanya akses yang cukup menuju TBK. Jika dikembalikan ke format awal, festival kethoprak dapat dinikmati seluruh masyarakat. Walaupun, nanti akan berdampak pada peningkatan jumlah anggaran pelaksanaan. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo